Minggu, 20 November 2011
"Kalahkan Vietnam, Timnas U-23 Diberi `Bonus` oleh PSSI"
Hasil 0-2 yang diperoleh anak-anak Indonesia saat menang di laga keras
lawan Vietnam di Semifinal SEA Games XXVI cabang olahraga sepakbola,
Sabtu (19/11/2011) kemarin tak cuma membawa Indonesia ke final. Guyuran
bonus uang juga mengalir ke kocek para punggawa Timnas Indonesia U-23.
"Tadi (usai pertandingan) langsung diberi. Setiap pemain mendapat jatah yang sama. Semua bonus diurus oleh Rahmad," ucap ketua komite kompetisi, Bob Hippy.
Mengenai besaran jumlah bonus yang diberikan, Bob yang ditemui seusai
pertandingan tak membeberkan secara rinci. Meski begitu, menurut rumor
yang beredar, setiap pemain mendapat bonus sebesar Rp 30 juta. Bonus
yang diterima dipastikan akan membengkak andai timnas U-23 mampu
menjungkalkan timnas U-23 Malaysia dan meraih medali emas, Senin
(19/11/2011) mendatang.
Mengenai hal ini, Koordinator timnas
Indonesia, Benhard Limbong buka suara. "Ya segitulah, tak enak kalau
menyebut angka. Pasalnya SEA Games juga mempertandingkan banyak cabang
olahraga lain. Jika kita menyebut angka tidak enak sama atlet lain,"
ucap Limbong seraya mengungkapkan cedera kapten timnas, Egi Melgiasnyah
tak terlalu serius dan siap dimainkan pada laga final ..
Klub Asal Papua Tolak IPL
Tiga klub asal Papua masing-masing Persipura Jayapura, Persiwa Wamena
dan Persidafon Daponsoro sudah menyatakan sikap, bahwa mereka menolak
kompetisi Indonesian Premiere League (IPL) 2011/2012 yang diadakan PSSI.
Penolakan ini sehubungan dengan keikutsertaan 24 tim dalam kompetisi
tersebut, padahal berdasarkan hasil Kongres PSSI di Bali beberapa waktu
lalu, mengusulkan... tim yang bergabung sebanyak 18 tim.
Sekertaris Umum Persiwa, Agus Santoso mengatakan selama PSSI masih
melanggar hasil kongres, maka Persiwa tidak akan masuk dalam kompetisi
tersebut melainkan memilih kompetisi ISL yang diselenggarakan PT Liga
Indonesia.
“ Sejak awal kami katakan bahwa kami tidak akan ikut
IPL jika PSSI tetap tidak merubah keputusannya. Jadi hingga saat ini
keputusan kami tetap sama. Tidak ada yang berubah, kami lebih memilih
ikut ISL,” tegas Agus, Minggu (20/11).
Agus juga menampik kabar yang menyatakan bahwa Persiwa Wamena saat ini resmi bergabung ke IPL.
Ditemui di tempat yang berbeda, Asisten manager Persidapon Dafonsoro,
Iwan Nazaruddin mengaku Persidafon Daponsoro belum menentukan sikap akan
bergabung ke ISL atau IPL, namun sebagai klub termudah di Papua,
Persidafon akan mengikuti kakak-kakaknya yakni Persipura Jayapura,
Persiwa Wamena dan Persiram Raja Ampat.
“ Kami ikut yang kakak
tertua saja lah, kalau mereka masuk IPL ya kami juga akan masuk. Tapi
kalau menolak kami juga sangat bersyukur,” kata Iwan.
Sementara
itu, ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano yang ditemui
wartawan diruang kerjanya, belum lama ini menegaskan bahwa Persipura
Jayapura selaku tim yang sudah makan asam garam di lapangan hijau tidak
akan bergabung dengan IPL, sebab kompetisi tersebut dinilai merupakan
kompetisi yang sengaja dilegalkan PSSI.
“Sampai saat ini, surat
keberatan yang diajukan Persipura ke PSSI kan belum dijawab secara
resmi oleh ketua PSSI. Lalu untuk apa kami gabung ke kompetisi IPL kalau
hak kami untuk mendapatkan jawaban PSSI saja tidak dipenuhi?” kata
Mano.
Mano jelaskan, dalam surat keberatan tersebut tim Mutiara
Hitam mengajukan sebanyak 4 syarat diantaranya menolak 24 tim dan
mendukung 18 tim. Persipura juga mengusulkan agar Persipura menjadi tuan
rumah pada laga perdana IPL.
Dalam kunjungannya ke Papua
beberapa waktu lalu, Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Mukadar
menegaskan jika nanti Persipura masih bertahan dengan keberatannya yang
diajukan ke PSSI, maka kompetisi IPL akan tetap diselenggaran PSSI tanpa
mengikutsertakan tim yang digawangi Boaz Solossa cs ini.
"Kami
sangat menginginkan partisipasi Persipura pada setiap event yang
diadakan PSSI, tapi jika masih ada cacatan dari pihak Persipura ya,
terpaksa kami harus selenggarakan event ini tanpa mereka dan tidak
memasukan mereka dalam IPL," tegas Saleh kala itu.
Bendol: Timnas U-23 Belum Tampilkan Teamwork
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Benny Dollo, mengucapkan selamat atas
keberhasilan kesebelasan Indonesia lolos ke final sepakbola SEA Games
XXVI. Tetapi, ia mengkritisi permainan Timnas U-23 masih terlalu banyak
mengandalkan kemampuan individu.
"Kita sambut gembira, setelah sekian lama tim Indonesia kembali berhasil maju ke final di ajang SEA Games. ...Tapi
perlu saya ingatkan bahwa Timnas jangan terlalu banyak mengandalkan
pada kemampuan individu pemain," ujar Benny saat dihubungi, Sabtu
(19/11).
Ia mengatakan hal itu dalam menyambut kemenangan
Timnas Indonesia 2-0 (0-0) atas Vietnam pada laga semifinal di Stadion
Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (19/11). Dengan
kemenangan itu Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia di final yang
akan digelar Senin, 21 November 2011.
Benny menelaah, yang
mesti menjadi perhatian adalah penonjolan individu yang menurutnya
tampak mencolok dalam pertandingan tersebut. Dominan permainan individu
di depan gawang lawan tersebut menurutnya akan teramat riskan jika
diandalkan lagi saat melawan Malaysia di final.
"Ini hal yang
harus diperbaiki, apalagi para pemain hanya memiliki waktu masa
pemulihan fisik (recovery) hanya satu hari. Pelatih Rahmad Darmawan
harus fokus memperhatikan pemulihan ini. Kalau sektor pertahanan saya
kira sudah cukup bagus," tuturnya.
Mengenai dua gol yang
diciptakan oleh Patrich Wanggai pada menit ke-62 dan Titus Bonai pada
menit ke-89, Benny juga menilai gol tersebut bukan merupakan hasil kerja
sama yang baik.
"Kedua gol itu terjadi karena terjadi defleksi
yang sempat membentur kaki lawan lebih dulu sehingga mengecoh kiper,
tetapi bukan hasil kerja sama dua-tiga pemain. Kita akui Timnas berhasil
melancarkan tekanan, tetapi karena terlalu banyak mengandalkan
individu, banyak peluang yang seharusnya menjadi gol tidak membuahkan
hasil," ujarnya.
Menghadapi Malaysia pada laga final nanti,
Benny yang pernah menangani Timnas SEA Games 2001 di Malaysia
menyarankan agar pola serangan Indonesia harus lebih variatif. Benny
mengingatkan bahwa tim Malaysia tentu sudah banyak mempelajari permainan
tim Merah Putih karena lawan-lawan yang dihadapi dalam putaran
penyisihan Grup A seluruhnya mempunyai kualitas.
Ketika ditanya mengenai perkiraan pertandingan final nanti, Benny menyatakan tak berani memprediksi.
Dirga Lasut Jadi Seorang Bapak
Kabar gembira menghinggapi seorang punggawa timnas Indonesia U-23.
Gelandang kita, Mahadirga Lasut, baru saja mendapatkan seorang momongan.
Pada sesi latihan hari Kamis sore (15/11) jelang melawan Malaysia di
partai terakhir Gurp A SEA Games XVII, Dirga tidak tampak dalam kumpulan
skuad "Garuda Muda" yang berlatih di lapangan C Senayan, Jakarta.
...
Kepada wartawan, pelatih kepala Rahmad Darmawan mengungkapkan perihal absennya sang gelandang.
"Dirga saya izinkan untuk pulang dulu. Alhamdulillah istrinya sudah
melahirkan anak laki-laki," ungkap RD pada wartawan usai latihan.
"Kemarin dia pulang tapi besok sudah berlatih."
Sebelum Dirga
merasakan kebahagiaan mendapat momongan, striker timnas U-23 Ferdinand
Sinaga juga mendapatkan buah hati beberapa hari sebelum laga pertama
SEAG digelar. Selamat Dirga!
Kondisi Fisik Beberapa Pemain Timnas U-23 Meragukan
Kondisi fisik beberapa pemain inti Timnas U-23 sedikit meragukan,
padahal, pada hari Senin (21/11) besok, Skuad Garuda Muda bakal
menghadapi pertandingan penting, laga final kontra Malaysia.
...
Menurut, pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan, setidaknya ada tiga
pemain inti saat melawan Vietnam yang kondisinya kurang maksimal
sehingga harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Egi Melgiansyah, Gunawan Dwi Cahyo dan Mahardiga Lasut yang kondisi
fisiknya perlu diperiksa lebih lanjut. Kami akan melihat kondisinya
hingga besok pagi," ujar pelatih yang akrab disapa RD ini.
Dengan kondisi yang terjadi pada para pemain ini, RD akhirnya memutuskan
bahwa latihan hanya akan digunakan untuk mengembalikan kondisi fisik
dan juga memperkuat mental pemain.
"Yang jelas program saat ini
hanyalah mengembalikan kondisi fisik maupun mental pemain," kata mantan
pelatih Persipura Jayapura itu.
Sementara itu, mengenai
kondisi, Ramdani Lestaluhu dan Ferdinand Sinaga yang kurang fit di
pertandingan semifinal menghadapi Vietnam lalu, RD menginformasikan
bahwa keduanya kini telah bugar dan siap untuk kembali tampil.
"Kami sangat berharap kepada pemain yang kemarin dicadangkan.
Mudah-mudahan kondisi pemain inti juga lebih baik besok," tandas RDLihat
Selengkapnya
SBY nonton final ?
Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum memastikan akan datang ke stadion
Gelora Bung Karno (SUGBK) utk menyaksikan laga puncak final Sepakbola
SEA GAMES XXVI antara Indonesia melawan Malaysia pada hari Senin besok
(21/11/2011).
Namun menurut Wakil Sekertaris Jenderal Partai
Demokrat, Ramadhan Pohan, kehadiran SBY di stadion SUGBK sangatlah
penting. “Kalau SBY nonton, bakalan moral Tibo, Wanggai,
Andik & skuad Timnas Garuda naik. Itu modal yg bagus bagi tim
nasional. Jika Pak SBY nonton bareng 90 ribu penonton di GBK, bayangkan
lapangan pasti jadi milik Indonesia,” kata Ramadhan, Minggu (20/11/2011)
Ramadhan mengatakan, bila Indonesia menjadi juara umum Sea Games,
tentunya akan sangat pas sekali jika disempurnakan dengan emas di cabang
sepakbola. “Anak-anak asuh coach Rahmad Darmawan butuh suntikan
dukungan penonton. Inilah yg disebut ‘pemain ke-12’ di lapangan, Oleh
krn itu bagusnya jika Pak SBY dpt hadir di GBK,” katanya.
Meski
demikian, Ramadhan mengatakan segala sesuatunya tergantung urusan
protokol istana. “Jadwal kenegaraan presiden kan ketat & padat, jadi
biarkan protokoler yg memutuskan,” katanya.
Sebelumnya, Juru
Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden sangat
mengapresiasi perjuangan pasukan Rahmad Darmawan tsb. “kemarin malam
presiden menyatakan bangga dgn Timnas yg telah menunjukkan prestasi
terbaiknya, bagaimanapun juga Vietnam adalah tim yg sangat kuat,” kata
Julian, Minggu (20/11/2011).
Lantas, apakah pada pertandingan
final Senin besok, SBY akan menonton langsung laga Indonesia-Malaysia di
Stadion Utama Gelora Bung Karno? “Belum dipastikan, masih lihat jadwal,
besok kepastiannya,” kata Julian.
Sementara itu, kekisruhan
sempat terjadi di tempat kantor pusat PSSI. Ribuan pendukung Timnas
Garuda Muda menyerbu kantor PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno
(SUBK), Jakarta, Minggu (20/11/2011) siang tadi. Mereka berusaha
merangsek masuk kantor PSSI utk membeli tiket final.
Para fans
mengaku sudah mengantre sejak pagi. Sesuai jadwal, Timnas Indonesia
Muda akan menghadapi Malaysia pada final sepakbola SEA Games 2011 di
SUGBK, Senin (21/11/2011) malam. Hingga kini belum ada kepastian apakah
tiket pertandingan bisa dibeli di kantor PSSI atau tdk. Soalnya belum
ada satu pun pengurus teras PSSI yg bisa memberikan klarifikasi soal
keberadaan tiket.
Tersiar kabar pula bahwa pendistribusian
tiket ke penonton sepenuhnya wewenang PSSI. Kondisi ini sangat rentan
menimbulkan aksi anarkis.
Sebelumnya, telah terjadi kisruh di
Parkir Timur Kompleks Gelora Bung Karno. Panitia penjual tiket kabarnya
menutup penjualan tiker tanpa pemberitahuan kpd calon pembeli yang masih
mengantre.
Keputusan itu membuat ribuan fans Indonesia
mengamuk. Loket tempat menjual tiket dibakar, beberapa kaca di Istora
Gelora Bung Karno pecah, & beberapa tenda dirusak fans.
Panitia Penyelenggara SEA Games XXVI/2011 (Inasoc) pun akhirnya angkat
bicara soal kisruh penjualan tiket laga final cabang sepak bola
Indonesia vs Malaysia tsb. Manajer Ticketing Inasoc Agus Mauro
menjelaskan, tiket sudah terjual habis krn animo masyarakat Indonesia
utk menyaksikan langsung partai final antara Indonesia melawan Malaysia
sangat besar. Animo besar ini, kata Agus, terjadi mungkin krn sudah lama
juga timnas Indonesia tidak meraih medali emas.
Agus
menjelaskan, awalnya pihaknya menyediakan 70.000 lembar tiket. Namun,
setelah adanya kejadian pembakaran loket, kepolisian menyarankan panitia
menambah tiket sekitar 1.000 lembar lagi.
"Kami sudah mencoba
mengupayakan semuanya dgn semaksimal mungkin & tidak ingin semuanya
jadi bermasalah. Kami tentu tdk bisa memaksakan semua keinginan
masyarakat krn stadion pun punya daya tampung yg ada batasannya," ujar
Agus mengakhiri konferensi persnya.
SEA GAMES, Klasemen Medali s/d pukul 22.00 WIB
1. Indonesia 154 129 116 399*
2. Thailand 95 83 105 283
3. Vietnam 87 85 90 262
4. Malaysia 52 45 70 167
5. Singapore 41 43 71 155
6. Philippines 26 47 68 141
7. Myanmar 11 23 28 62
8. Laos 9 7 35 51
9. Cambodia 4 11 20 35
10. Timor Leste 1 1 5 7
11. Brunei Darussalam 0 3 7 10
*JUARA
Wartawan Vietnam Akui Keunggulan Timnas U-23
Bukan hanya tim nasional Vietnam U-23 yang harus
mengakui kemenangan Timnas Indonesia U-23, wartawan-
wartawan Vietnam pun juga mengakui keunggulan Patrich
Wanggai dan kawan-kawan.
Meski masih memiliki pekerjaan yang menumpuk, sekitar 50-an
wartawan peliput SEA Games XXVI dari berbagai negara masih
menyempatkan diri menonton pertandingan semifinal cabang
sepakbola antara Indonesia melawan Vietnam, Sabtu 19 November
2011.
Ruangan lantai 5 Main Press Center (MPC) di gedung Bank Sumsel/
Babel pun menjadi arena nonton bareng (nobar). Suasana tegang
terjadi sepanjang babak pertama. Timnas U-23 mengurung
pertahanan Vietnam, namun gagal membuahkan gol dan membuat
wartawan-wartawan Indonesia geregetan.
Sebaliknya para jurnalis asal Vietnam harap-harap cemas karena
pertahanan tim kesayangan mereka terus ditekan pasukan Rahmad
Darmawan.
Pada menit ke-61 apa yang menjadi ketakutan wartawan-wartawan
asal Vietnam menjadi kenyataan. Sebuah tendangan bebas dari
Patrich Wanggai sukses membawa Timnas U-23 unggul. Ruang
MPC pun bergemuruh, sedangkan wartawan-wartawan Vietnam
hanya bisa geleng-geleng kepala.
Ruang MPC kembali bergemuruh pada menit ke-89 ketika Titus
Bonai menggandakan keunggulan Timnas U-23 sekaligus
menyudahi perlawanan Vietnam 2-0.
Meski sempat beda kubu, akhirnya suasana antara wartawan
Indonesia dengan Vietnam kembali cair. Kedua kubu akhirnya
bersalaman usai pertandingan.
"Vietnam tidak tampil bagus dan kurang beruntung. Tim Indonesia
bermain lebih bagus dan mereka pantas ke babak final," ujar salah
satu kameraman salah satu televisi Vietnam, DNR TV, Nguyen Minh
Thu.
mengakui kemenangan Timnas Indonesia U-23, wartawan-
wartawan Vietnam pun juga mengakui keunggulan Patrich
Wanggai dan kawan-kawan.
Meski masih memiliki pekerjaan yang menumpuk, sekitar 50-an
wartawan peliput SEA Games XXVI dari berbagai negara masih
menyempatkan diri menonton pertandingan semifinal cabang
sepakbola antara Indonesia melawan Vietnam, Sabtu 19 November
2011.
Ruangan lantai 5 Main Press Center (MPC) di gedung Bank Sumsel/
Babel pun menjadi arena nonton bareng (nobar). Suasana tegang
terjadi sepanjang babak pertama. Timnas U-23 mengurung
pertahanan Vietnam, namun gagal membuahkan gol dan membuat
wartawan-wartawan Indonesia geregetan.
Sebaliknya para jurnalis asal Vietnam harap-harap cemas karena
pertahanan tim kesayangan mereka terus ditekan pasukan Rahmad
Darmawan.
Pada menit ke-61 apa yang menjadi ketakutan wartawan-wartawan
asal Vietnam menjadi kenyataan. Sebuah tendangan bebas dari
Patrich Wanggai sukses membawa Timnas U-23 unggul. Ruang
MPC pun bergemuruh, sedangkan wartawan-wartawan Vietnam
hanya bisa geleng-geleng kepala.
Ruang MPC kembali bergemuruh pada menit ke-89 ketika Titus
Bonai menggandakan keunggulan Timnas U-23 sekaligus
menyudahi perlawanan Vietnam 2-0.
Meski sempat beda kubu, akhirnya suasana antara wartawan
Indonesia dengan Vietnam kembali cair. Kedua kubu akhirnya
bersalaman usai pertandingan.
"Vietnam tidak tampil bagus dan kurang beruntung. Tim Indonesia
bermain lebih bagus dan mereka pantas ke babak final," ujar salah
satu kameraman salah satu televisi Vietnam, DNR TV, Nguyen Minh
Thu.