Senin, 23 Januari 2012

Salah Koordinasi, Persema vs PSMS Gagal Siaran Langsung

Bola.net - Pertandingan lanjutan antara tuan rumah Persema dengan PSMS Medan di ajang Liga Primer Indonesia (LPI) gagal disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional pemilik hak siar LPI.

CEO Persema Didied Poernawan Affandi, Senin, mengaku, laga kandang kedua tim berjuluk Laskar Ken Arok di Stadion Gajayana tersebut seharusnya memang disiarkan secara langsung, namun gagal karena salah koordinasi dengan pihak stasiun televisi pemegang hak siar.

"Padahal laga yang seharusnya digelar Minggu (22/1) malam ini sudah diundur menjadi malam ini (Senin, 23/1) untuk menyesuaikan jadwal dan program stasiun televisi bersangkutan, namun tetap saja batal akibat adanya salah koordinasi," tegasnya.

Beberapa hari menjelang menjamu PSMS Medan, tim Persema diguncang masalah. Seluruh pemain mogok latihan karena gaji bulan Januari yang seharusnya dibayarkan tanggal 15, ternyata sampai pertandingan berlangsung masih belum dibayarkan.

Meski belum juga menerima gaji, para pemain Persema tetap bersikap profesional dengan tetap melakoni pertandingan menjamu PSMS Medan."Kami sudah berikan pengertian dan besok (Selasa, 24/1) gaji pemain pasti sudah kami transfer," tegasnya.

Ia mengakui, sebenarnya dana (gaji) untuk pemain sudah ditransfer dari konsorsium ke rekening Persema, namun karena hari Sabtu-Senin (21-23/1) libur, maka gaji tersebut tidak bisa ditransfer ke rekening maisng-masing pemain.

"Kami bersyukur pemain tetap profesional dan tetap bertanding tanpa terpengaruh dengan kondisi mereka yang belum menerima gaji, meski beberapa hari lalu mereka sempat mogok latihan," ujarnya. (ant/row)

"Mengapa Pengurus Bola Banyak yang Keras Kepala? "

JUST OPINION :

Dugaan pertama adalah uang. Banyak dana telah bergulir atau bakal diraup yang harus terus berputar, kalau tidak terus berjalan kompetisi dan program yang dipasarkan ke media, maka bukan saja untung gagal diraih, malah merugi dan berhutang.

Ternyata tidak hanya itu, pendukung sepak bola pun sebagian besar ternyata juga keras kepala dan tidak mau kalah. Semangat mencetak gol ke kandang lawan dengan diving, menyorotkan senter laser ke mata kiper, melempar petasan dan batu ke pemain lawan atau mencegah gawang kebobolan dengan tackling yang kejam dan memang berniat mematahkan kaki, menahan bola dengan tangan, adalah cara-cara yang disukai para pemain dan didukung oleh suporter yang ingin menang bagaimanapun caranya.

Dari 40 tulisan terakhir di rubrik olahraga, 34 tulisan membahas ISL,IPL, KPSI dan PSSI, sebagian besar penuh caci maki terhadap lawan dengan berbagai derajad keras kepalanya. Ada yang agak halus, ada yang benar-benar memakai kata-kata kotor dan vulgar.

Padahal, sepak bola itu bukan partai dan tidak ada istilah one man, one vote. Yang punya suara di kongres PSSI adalah perwakilan yang telah ditentukan, suporter dan penggila bola manapun tidak ada gunanya berusaha mempengaruhi dengan tulisan-tulisan mana pun, mereka tidak akan mampu mengubah isi otak pengurus bola yang punya hak suara, karena yakinlah para pemilik suara itu pun sama keras kepalanya dengan anda.

Lebih logis kalau anda mendatangi orang-orang yang punya hak suara di PSSI untuk berdialog dan lobying meng-goal-kan usul anda.

Jadi, apa gunanya tulisan saling hujat pencinta bola di dunia maya ?

Secara teoritis tulisan-tulisan itu tidak akan mempengaruhi apapun hasil di bulan Maret. Mereka sudah tahu 3 skenarionya. PSSI sekarang tetap, PSSI sekarang diganti, atau tidak ada kesepakatan dan rusuh lalu Indonesia disanksi FIFA.

Banyaknya postingan saling hujat persepakbolaan di kompasiana hanya akan membuat mengerti semua orang yang tidak mengerti dan tidak suka bola mengapa pengurus sepak bola Indonesia sedemikian keras kepalanya. Karena mereka terpilih dari jutaan pencinta bola yang lebih keras kepala lagi.

Kalau enggak percaya, tanyakan 500an orang yang punya hak suara di PSSI, apa pernah baca berita bola di dunia maya? kalau toh baca, apa mereka peduli?

source : Posma Siahaan (kompasiana)

‎"Orang-orang Nurdin Halid Prakarsai KPSI"

Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) berdiri sebagai organisasi tandingan PSSI. Bahkan, mereka mengklaim sudah mengambil alih kewenangan PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin.

Berdirinya KPSI merupakan bentuk mosi tidak percaya kepada pengurus PSSI yang diklaim didukung 452 anggota PSSI atau 2/3 lebih anggota PSSI dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasonal (RASN) di Pullman Hotel, beberapa waktu lalu.

kata Ketua KPSI, Tony Apriliani menegaskan, karena PSSI dinilai tidak kredible memimpin organisasi maka KPSI yang akan mengambil kewenangan kegiatan sepakbola nasional. Untuk menjalankan aktivitas KPSI, dalam struktur organisasinya ada posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang akan mengurusi seluruh masalah administrasi KPSI sampai digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB).

Hinca Pandjaitan yang merupakan mantan Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI di era rezim Nurdin Halid diangkat menjadi Sekjen KPSI. “KPSI sepakat mengangkat saudara Hinca Pandjaitan sebagai Sekjen KPSI. Beliau yang akan mengadmin dan menuntaskan segala keperluan KPSI. Dan kebetulan beliau siap,” kata Tony

Tak hanya itu, setelah beberapa bulan tergusur dari kepengurusan baru, mantan pengurus PSSI rezim Nurdin Halid lainnya juga ‘turun gunung’. KPSI juga membentuk dua lembaga peradilan seperti layaknya PSSI, yakni Komisi Disiplin (Komdis) dan Komisi Banding (Komding).

Lagi, nama-nama pengurs era Nurdin Halid kembali dipercaya menempati posisi tersebut. Alfred Simanjuntak ditujunjuk sebagai Ketua Komdis, sedangkan Gusti Randa, M. Nigara, Viktor Sitanggagang dan Abidin duduk sebagai anggota.

Di jabatan Komding, KPSI menunjuk mantan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Erwin Tobing sebagai Ketua Komding. Nama-nama anggota Komding pun tidak asing didengar karena mereka juga pengurus PSSI era Nurdin Halid seperti Syarifudin Suding, Arteria Dahlan, dan Ramli Ibrahim.

Nama-nama seperti Gusti Randa, Syarifudin Suding, Arteria Dahlan ini pernah menjadi anggota Komite Pemilihan jelang Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI 2011. Di tengan mereka nama Nurdin Halid, Nirwan Bakrie lolos sebagai calon ketua umum PSSI, dan menggagalkan nama George Toisutta serta Arifin Panigoro.

KPSI pun juga mengangkat Ketua Pengprov PSSI Riau, Indra Mukhlis Adnan yang dikenal pembela Nurdin Halid. Dia ditujuk sebagai Ketua Badan Liga Sepakbola Amatir (BLAI) KPSI ..

‎"Pelita Jaya Jual Ruben Wuarbanaran ke Belgia"

Pelita Jaya akhirnya menjual Ruben Wuarbanaran ke CS Vise, klub Divisi Dua Liga Belgia. Transfer ke sesama klub milik keluarga Bakrie itu, kata manajer Pelita Jaya, Lalu Mara Satriawangsa, dilakukan karena Internasional Transfer Certificate (ITC) Ruben dari klub sebelumnya, FC Den Bosch, belum keluar. Dampaknya, Ruben tidak bisa bermain di Liga Super Indonesia (LSI).

“Daripada ia tidak bisa main di sini, kami memutuskan menjual Ruben ke sana. Perpindahan dari Belanda ke Belgia tidak begitu sulit,” kata Lalu Mara, Senin, 23 Januari 2012. Sampai saat ini, kata Lalu, pembicaraan transfer antara Pelita Jaya dengan Vise masih berlangsung.

Namun Lalu Mara tidak memerinci detail pembicaraan transfer antara kedua klub. “Jeda transfer di Eropa kan masih ada sampai akhir Januari ini. Mudah-mudahan saja segera selesai dan ia bisa bermain di Vise,” ujar Lalu Mara.

Ruben merupakan salah satu dari beberapa pemain naturalisasi asal Belanda yang bermain di Pelita Jaya. Selain Ruben, Pelita sebelumnya juga sempat mengontrak Diego Michiels dan Jhonny van Beukering. Diego saat ini bermain bersama Persija di Liga Prima Indonesia (LPI), sedangkan Jhonny masih dalam tahap penyembuhan cedera.

“Jhonny masih tahap penyembuhan cedera. Saat ini ia masih di Belanda dan akan kembali ke Indonesia akhir Januari ini,” kata Lalu lagi. Di Pelita Jaya, selain Jhonny dan Ruben, masih terdapat dua pemain naturalisasi lainnya, yaitu Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo yang berasal dari Nigeria.

Hingga saat ini, dari beberapa pemain naturalisasi itu, baru segelintir pemain yang sudah memperkuat tim nasional Indonesia, seperti Diego Michiels di timnas U-23 dan Irfan Bachdim serta Christian Gonzales di timnas senior ..

Persipura Patok Tiga Poin Penuh Lawan Persiram

Bola.net - Persipura Jayapura ingin membungkam Persiram Raja Ampat dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (24/1) petang.
Pelatih Persipura, Jacksen FTiago , kepada pers di Jayapura, Senin petang, mengatakan meraih hasil maksimal dalam tiap laga yang dilakoni tim berjuluk Mutiara Hitam itu, saat ini menjadi target utama, guna menjaga posisi mereka di klasemen sementara Liga Super Indonesia.
"Meski tak akan mudah meraih angka penuh dari sesama tim Papua, akan tetapi tentunya kami akan terus maksimalkan tiap peluang dalam laga nanti untuk menang," ujarnya.
Menurut pelatih asal Brasilitu, anak asuhnya saat ini dalam kondisi yang baik dan siap tampil kembali, usai melakoni laga tur di tanah Sumatera pekan lalu.
Untuk laga yang bertajuk derby Papua melawan Persiram sendiri, dirinya juga sudah memberikan motivasi kepada seluruh pemainnya untuk menampilkan permainan terbaik.

Ponaryo Astaman Absen Lawan Persiwa Wamena

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Ponaryo Astaman dipastikan absen lawan Persiwa Wamena karena baru saja menyusul berangkat menuju Wamena pada Senin (23/1/2012) pagi. Diperkirakan Popon akan tiba pada Selasa (24/1/2012) pagi.
"Tetapi tidak diturunkan, saya sudah menyiapkan pemain lainuntuk menggantikannya, sebab dia masih dalam pemulihan dari cederanya," ujar Kas Hartadi.
Menurut Kas, Popon akan dimaksimalkan lawan Persipura Jayapura, sehingga diistirahatkan lawan Wamena. Apalagi, staf medis menyebut Ponaryo masih dalam tahap pemulihan.
"Cederanya sudah tidak masalah, tetapi tetap saja saya perlu mengistirahatkan dia untuk lawan Persipura, sangat riskan jika dipaksakan lawan Wamena," jelas Kas.
Seperti diketahui Ponaryo mengalami cedera engkel saatSFC mengalahkan Persiba Balikpapan di Jakabaring pada (15/1/2012). Dia pun menjalani perawatan dan masalah pemulihan hingga lawan Persipura.

‎''Aji Santoso Penasaran dengan Stefano Lilipaly''

Pelatih kepala tim nasional U-23, Aji Santoso, mengaku penasaran dengan kualitas dan permainan Stefano Lilipaly, pemain naturalisasi asal Belanda yang bermain cemerlang dalam pertandingan FC Utrecht melawan PSV Eindhoven di kompetisi Eredivisie semalam.

Pada pertandingan di Stadion Galgenwaard itu Lilipaly mencetak satu-satunya gol Utrecht di pe...rtandingan yang berakhir 1-1, melalui tendangan keras di dalam kotak penalti. “Saya sangat penasaran, ingin tahu permainannya. Saya mendengar ia mencetak gol dan juga menjadi pemain terbaik dalam pertandingan itu,” kata Aji, Senin, 23 Januari 2012.

Secara pribadi, kata Aji, ia belum pernah menonton langsung aksi Lilipaly di lapangan, sehingga ia sangat ingin memanggil pemain 22 tahun itu untuk memperkuat Indonesia melawan Bahrain di Manama pada Februari nanti. Namun, kata Aji, ia masih harus mengkoordinasikan hal itu dengan pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Secara pribadi saya sangat ingin memanggil Lilipaly. Apalagi jika mengetahui ia berhasil menembus tim utama Utrecht, tentu ia punya kemampuan yang luar biasa,” kata Aji lagi.

Tidak hanya ingin memanggil Lilipaly, Aji berharap juga bisa memanggil pemain Indonesia lain yang saat ini berkompetisi di Liga Eropa, seperti Syamsir Alam atau Alfin Tuassalamony. “Jika memungkinkan mendatangkan mereka saat lawan Bahrain, tentu sangat bagus. Tapi kalau tidak bisa, saya sangat ingin memakai tenaga mereka di SEA Games tahun depan,” ujar Aji.

Persiapan timnas melawan Bahrain sendiri menurut rencana akan dimulai pada 29 Januari nanti. Setelah berlatih bersama hingga 3 Februari, para pemain yang dipanggil kemudian dipulangkan kepada klub masing-masing sebelum kembali dipanggil seminggu sebelum berangkat ke Manama. “Saya belum tahu, apakah dalam waktu seperti itu kami bisa memanggil pemain di Eropa. Semoga saja sempat. Saya belum membicarakan itu secara langsung dengan koordinator timnas,” kata mantan pelatih Persebaya itu lagi.

Selain Stefano Lilipaly di Utrecht atau Syamsir cs yang bermain di klub milik keluarga Bakrie, CS Vise di Divisi Dua Liga Belgia, masih ada beberapa pemain Indonesia yang bermain di kompetisi di luar Indonesia, seperti Arthur Irawan di tim junior Espanyol atau Zainal Haq yang berada di tim cadangan Penarol, Uruguay.