Mantan kapten timnas Inggris David Beckham berada di urutan paling atas olahragawan paling kaya di Inggris dan Irlandia. Kekayaan Beckham ditaksir mencapai 160 juta Pound.
Menurut Sunday Times Sport Rich List, Beckham adalah satu di antara 48 pemain sepakbola yang masuk daftar 100 olahragawan paling kaya di Inggris. Beckham saat ini masih berusaha masuk ke tim sepakbola Inggris yang akan bertanding di Olimpiade London.
Tampilkan postingan dengan label Bolatainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bolatainment. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Mei 2012
Balotelli Pesta Gila Dengan Empat PSK
Mario Balotelli seakan menjadiWayne Rooney muda dengan segala skandal seks yang dibuatnya. Belum hilang dari ingatan bagaimana seorang PSK yang mengakui kehebatan Balotelli di ranjang, kini Super Mario kembali bikin heboh.
Balotelli kembali mengadakan pesta gila-gilaan, bersama empat PSK. Pesta yang berlangsung di rumah Balotelli itu tentu saja tak akan membuat Roberto Mancini senang.
Balotelli kembali mengadakan pesta gila-gilaan, bersama empat PSK. Pesta yang berlangsung di rumah Balotelli itu tentu saja tak akan membuat Roberto Mancini senang.
Senin, 30 April 2012
Henry Ingin Kembali ke Arsenal untuk Kedua Kalinya
Legenda Arsenal, Thierry Henry mengungkapkan keinginannya kembali memperkuat The Gunners sebagai manajer klub. Saat ini, Henry sedang menjadi bintang baru di Amerika Serikat bersama klub New York Red Bulls.
Resmi, Simon McMenemy Pelatih Kepala SSI Arsenal
Bola.net - Tak butuh waktu lama bagi Simon McMenemy untuk kembali mendapatkan pekerjaan di Indonesia setelah dipecat oleh klubMitra Kukar.
Senin, 12 Maret 2012
Minggu, 12 Februari 2012
Chelsea Salah Pasang Alamat Web

Jika penjualan replika kostum Chelsea menurun usai laga melawan Manchester United bisa jadi karena mereka lupa mencantumkan huruf 'A' dalam ad board di Stamford Bridge. Tak hanya gagal meraup poin penuh setelah United berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 hingga akhir pertandingan. The Blues juga bisa kehilangan pelanggan akibat alamat palsu.
Koleksi Mobil Mewah CR7
Bola.net - Lamborghini Aventador LP700-4 yang baru saja dibeli Cristiano Ronaldo sebagai kado ulang tahunnya tahun ini sejatinya bukanlah mobil mewah pertama yang ia miliki.Aventador LP700-4 tersebut menjadi mobil mewah ke-12 yang dikoleksi oleh pemain yang musim lalu menjadi El Pichichi (top skor) La Liga tersebut.
Sebelum ini Ronaldo yang memang terkenal gemar mengoleksi mobil mewah itu, juga punya memiliki empat mobil Audi, dua Bentley, dua Mercedes Benz, Aston Martin, Maserati, dan juga Porsche.
Berikut beberapa jenis mobil mewah yang telah dimiliki oleh pemain Real Madrid tersebut:









Sabtu, 28 Januari 2012
WAGs Pemain Real Madrid dan Barcelona
1.Cesc Fabregas – Daniella Semaan

2.Sami Khedira – Lena Gercke

3. Carles Puyol – Malena Costa

4. Sergio Ramos – Lara Alvarez

5.Gerard Pique – Shakira

6.Ibrahim Afellay – Dorien Rose

7. Mesut Ozil – Aida Yespica

8.Cristiano Ronaldo – Irina Shayk

9.Leo Messi – Antonella Rocuzzo

10.Gonzalo Higuain – Soledad Fandino

2.Sami Khedira – Lena Gercke
3. Carles Puyol – Malena Costa
4. Sergio Ramos – Lara Alvarez
5.Gerard Pique – Shakira
6.Ibrahim Afellay – Dorien Rose
7. Mesut Ozil – Aida Yespica
8.Cristiano Ronaldo – Irina Shayk
9.Leo Messi – Antonella Rocuzzo
10.Gonzalo Higuain – Soledad Fandino
Jumat, 27 Januari 2012
20 Mantan Pacar Cristiano Ronaldo
Niki Ghazia
Nuria Bermudez
Paris Hilton
Karina Bacchi
Karina Ferro
Nereida Gallardo
Luana Belleti
Daniele Aguiar
Diana Chavez
Maria Sharapova
Isabel Figueir
Gabriela Endringer
Luciana Abreu
Raffaella Fico
Marina Rodriguez
Letizia Filipi
Imogen Thomas
Kim Kardashian
Bipasha Basu
Gemma Atkinson
Nuria Bermudez
Paris Hilton
Karina Bacchi
Karina Ferro
Nereida Gallardo
Luana Belleti
Daniele Aguiar
Diana Chavez
Maria Sharapova
Isabel Figueir
Gabriela Endringer
Luciana Abreu
Raffaella Fico
Marina Rodriguez
Letizia Filipi
Imogen Thomas
Kim Kardashian
Bipasha Basu
Gemma Atkinson
Rabu, 25 Januari 2012
Feryansyah, Antara Timnas dan Gelar Sarjana
Sorot mata Feryansyah Mas'ud, striker muda Pelita Jaya FC, bergerak liar memandangi mata rekan-rekannya yang terlebih dulu berada di lapangan. Sambil berlari memasuki lapangan, pemuda itu tak henti-hentinya meyakinkan diri bisa melesakkan gol ke gawang Persija Jakarta di sisa waktu laga tersebut.
Feryansyah masuk menjelang menit-menit akhir babak kedua saat Pelita Jaya menjamu Persija Jakarta, Senin 23 Januari 2012. Menggantikan striker Alexander Bajevskie, pemain kelahiran Palembang, 25 Januari 1991 itu diberi kepercayaan oleh pelatih Rahmad Darmawan untuk bisa membuat kejutan saat timnya tertinggal 0-2 dari Persija.
"Sebagai pemain, kapan pun diminta pelatih, kami harus siap. Termasuk bermain pada menit-menit akhir dan saat kondisi tim tertinggal," ujar Feryansyah pada VIVAbola, Selasa 24 Januari 2012.
Meski pada akhirnya Pelita Jaya harus mengakui keunggulan Persija dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) tersebut, bagi Feryansyah, laga di Stadion Manahan Solo itu menjadi cerita tersendiri bagi perjalanan sepakbola yang kini dijalaninya. Sebagai pemain muda, ia mengaku bangga mulai diberikan kepercayaan untuk menjajal kemampuan.
"Sebagai pemain, tentu saya senang diberi kepercayaan untuk tampil. Dan saya saat itu berusaha keras untuk bisa kasih lebih atas kepercayaan itu," ujar pemain dengan nomor punggung 20 itu.
Usai pertandingan, seperti halnya pemain lain, mantan pemain Pelita Jaya U-21 itu langsung menuju ruang ganti dengan wajah tertunduk. Perasaan kecewa lantaran kalah di laga tersebut tak bisa dibohongi oleh senyuman manis yang ia lemparkan kepada suporter yang menyapanya. Bagi pemain seusianya, tentu tidak mudah menerima kekalahan dengan waktu yang cepat.
Feryansyah mengatakan, setiap pertandingan yang dilaluinya bersama Pelita Jaya FC saat ini, ia anggap sebagai modal untuk meniti tangga menuju muara impiannya. Sebagai pemuda yang sejak kecil bermimpi mengikuti jejak idolanya, Bambang Pamungkas, Feryansyah tak segan mengaku berambisi ingin mengenakan kostum tim nasional suatu saat nanti.
"Siapapun ingin mengenakan kaus timnas dengan garuda di dadanya, termasuk saya. Sebagai pemain bola, itulah cita-cita terbesar saya. Mungkin usia saya bisa masuk timnas U-23. Tapi saat ini, saya tidak mau banyak berharap dulu. Saya tahu bagaimana kondisinya. Tapi jika saya dipanggil, saya pasti akan bilang, ya saya siap," tutur striker tersebut.
Namun, bukan hanya impian menjadi punggawa timnas saja yang saat ini tengah bersemayam di lubuk hati Feryansyah. Pemain yang memulai karier sepakbola profesionalnya di Pelita itu mengatakan, keinginan lain yang juga tengah berkecamuk di dadanya saat ini adalah keinginan merengkuh gelar sarjana.
Meski sadar tak bisa menjalani alur pendidikan formal seperti halnya teman-teman seusianya di luar, namun menjadi pesepakbola bukan alasan bagi putra pasangan Mas'ud Dairan dan Zartilawati tersebut untuk meninggalkan bangku sekolah. Saat ini, pemain yang dikenal disiplin itu bahkan tercatat menjadi mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang.
"Impian saya yang lain adalah ingin jadi sarjana. Menjadi pemain bola yang sukses itu penting. Tetapi pendidikan juga sama pentingnya. Saya ikut perkuliahan kelas karyawan untuk menyiasati karier sepakbola saya. Sebab saya tidak mungkin bisa ikut kelas reguler seperti teman-teman di luar," papar pemain yang akrab disebut Abung itu.
Niatan Feryansyah untuk tetap kuliah itu kemudian mendapat angin segar manajemen klub Pelita Jaya. Usai laga menghadapi Persija Jakarta kemarin, Feryansyah diberi kesempatan untuk pulang kampung menyelesaikan Ujian Akhir Semester (UAS) susulan yang menjadi kewajibannya. Feryansyah saat ini menjadi mahasiswa semester IV salah satu STIE swasta di Kota Pempek.
"Kebetulan saya harus ikut UAS semester IV dalam beberapa hari kedepan. Sebetulnya ini susulan, karena teman-teman lain di kampus sudah duluan. Alhamdulillah manajemen Pelita sangat mendukung hal itu. Saya diberi izin beberapa hari," ujarnya.
"Saya sendiri sempat berpikir untuk pindah kampus ke Jakarta supaya lebih memudahkan. Tapi saya masih bingung siapa yang mau mengurus soal pindah-pindahan itu. Saya kan sendiri di Jakarta. Orang tua semuanya di Palembang," Feryansyah menambahkan.
Jika nanti gelar sarjana sukses diraih, akankan pemuda yang hari ini genap menginjak 21 tahun berhasil mewujudkan impian mengenakan kostum skuad Garuda Merah Putih? (vivanews.com)
Feryansyah masuk menjelang menit-menit akhir babak kedua saat Pelita Jaya menjamu Persija Jakarta, Senin 23 Januari 2012. Menggantikan striker Alexander Bajevskie, pemain kelahiran Palembang, 25 Januari 1991 itu diberi kepercayaan oleh pelatih Rahmad Darmawan untuk bisa membuat kejutan saat timnya tertinggal 0-2 dari Persija.
"Sebagai pemain, kapan pun diminta pelatih, kami harus siap. Termasuk bermain pada menit-menit akhir dan saat kondisi tim tertinggal," ujar Feryansyah pada VIVAbola, Selasa 24 Januari 2012.
Meski pada akhirnya Pelita Jaya harus mengakui keunggulan Persija dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) tersebut, bagi Feryansyah, laga di Stadion Manahan Solo itu menjadi cerita tersendiri bagi perjalanan sepakbola yang kini dijalaninya. Sebagai pemain muda, ia mengaku bangga mulai diberikan kepercayaan untuk menjajal kemampuan.
"Sebagai pemain, tentu saya senang diberi kepercayaan untuk tampil. Dan saya saat itu berusaha keras untuk bisa kasih lebih atas kepercayaan itu," ujar pemain dengan nomor punggung 20 itu.
Usai pertandingan, seperti halnya pemain lain, mantan pemain Pelita Jaya U-21 itu langsung menuju ruang ganti dengan wajah tertunduk. Perasaan kecewa lantaran kalah di laga tersebut tak bisa dibohongi oleh senyuman manis yang ia lemparkan kepada suporter yang menyapanya. Bagi pemain seusianya, tentu tidak mudah menerima kekalahan dengan waktu yang cepat.
Feryansyah mengatakan, setiap pertandingan yang dilaluinya bersama Pelita Jaya FC saat ini, ia anggap sebagai modal untuk meniti tangga menuju muara impiannya. Sebagai pemuda yang sejak kecil bermimpi mengikuti jejak idolanya, Bambang Pamungkas, Feryansyah tak segan mengaku berambisi ingin mengenakan kostum tim nasional suatu saat nanti.
"Siapapun ingin mengenakan kaus timnas dengan garuda di dadanya, termasuk saya. Sebagai pemain bola, itulah cita-cita terbesar saya. Mungkin usia saya bisa masuk timnas U-23. Tapi saat ini, saya tidak mau banyak berharap dulu. Saya tahu bagaimana kondisinya. Tapi jika saya dipanggil, saya pasti akan bilang, ya saya siap," tutur striker tersebut.
Namun, bukan hanya impian menjadi punggawa timnas saja yang saat ini tengah bersemayam di lubuk hati Feryansyah. Pemain yang memulai karier sepakbola profesionalnya di Pelita itu mengatakan, keinginan lain yang juga tengah berkecamuk di dadanya saat ini adalah keinginan merengkuh gelar sarjana.
Meski sadar tak bisa menjalani alur pendidikan formal seperti halnya teman-teman seusianya di luar, namun menjadi pesepakbola bukan alasan bagi putra pasangan Mas'ud Dairan dan Zartilawati tersebut untuk meninggalkan bangku sekolah. Saat ini, pemain yang dikenal disiplin itu bahkan tercatat menjadi mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang.
"Impian saya yang lain adalah ingin jadi sarjana. Menjadi pemain bola yang sukses itu penting. Tetapi pendidikan juga sama pentingnya. Saya ikut perkuliahan kelas karyawan untuk menyiasati karier sepakbola saya. Sebab saya tidak mungkin bisa ikut kelas reguler seperti teman-teman di luar," papar pemain yang akrab disebut Abung itu.
Niatan Feryansyah untuk tetap kuliah itu kemudian mendapat angin segar manajemen klub Pelita Jaya. Usai laga menghadapi Persija Jakarta kemarin, Feryansyah diberi kesempatan untuk pulang kampung menyelesaikan Ujian Akhir Semester (UAS) susulan yang menjadi kewajibannya. Feryansyah saat ini menjadi mahasiswa semester IV salah satu STIE swasta di Kota Pempek.
"Kebetulan saya harus ikut UAS semester IV dalam beberapa hari kedepan. Sebetulnya ini susulan, karena teman-teman lain di kampus sudah duluan. Alhamdulillah manajemen Pelita sangat mendukung hal itu. Saya diberi izin beberapa hari," ujarnya.
"Saya sendiri sempat berpikir untuk pindah kampus ke Jakarta supaya lebih memudahkan. Tapi saya masih bingung siapa yang mau mengurus soal pindah-pindahan itu. Saya kan sendiri di Jakarta. Orang tua semuanya di Palembang," Feryansyah menambahkan.
Jika nanti gelar sarjana sukses diraih, akankan pemuda yang hari ini genap menginjak 21 tahun berhasil mewujudkan impian mengenakan kostum skuad Garuda Merah Putih? (vivanews.com)
Senin, 23 Januari 2012
Pique Ungkap Perbedaan Fergie dan Guardiola
VIVAbola - Sepanjang kariernya, Gerard Pique telah merasakan 'tangan dingin' dari 2 pelatih sensasional, yakni Sir Alex Ferguson (Manchester United) dan Pep Guardiola (Barcelona). Ia pun menemukan perbedaan signifikan dari keduanya.
Pique merupakan pemain asli binaan Barca. Namun, pada 2004 ia kemudian 'dibajak' Setan Merah ke Old Trafford. Di sana, Pique tak mendapat banyak kesempatan bermain. Selain karena usianya yang masih muda, Pique tak mampu meruntuhkan dominasi Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic ketika itu.
"Fergie dan Pep sangat berbeda. Ferguson tidak sering turun ke lapangan latihan. Dia tetap di kantornya dan melakukan banyak tugas yang berbeda-beda," kata Pique kepada FIFA.com.
"Saya pikir ia lebih mirip sosok seorang ayah. Setidaknya itulah bagaimana hubungan saya dengan dia ketika saya bergabung dengan mereka di usia 17 tahun. Fergie adalah seorang motivator yang baik. Cara ia berbicara sebelum pertandingan sungguh fantastis."
Karena tak kunjung mendapat jam terbang reguler, Pique akhirnya kembali ke Barca pada 2008. Di sana, ia bertemu dengan Pep Guardiola yang percaya penuh dengan kemampuannya.
"Guardiola menghabiskan waktu sepanjang hari dengan pemain dan kemudian duduk menonton sepuluh jam video pertandingan, agar ia bisa menunjukkan kepada kami cuplikan dari lawan kami dan bagaimana cara menyerang mereka. Mungkin ini hanya masalah waktu berapa lama mereka telah melatih. Pep baru saja mulai, sementara Sir Alex jauh lebih berpengalaman."
"Di satu sisi, Pep melihat sepakbola dengan cara yang orang lain tidak bisa lihat. Ia kemudian menjelaskannya lebih baik dari siapa pun. Banyak pelatih hanya meminta Anda untuk bergerak ke kanan atau ke kiri, tapi Pep memberi Anda alasan mengapa hal itu harus dilakukan. Dengan begitu, Anda jelas memahami ketika sedang melakukan sesuatu di lapangan," pungkas Pique.
Pique merupakan pemain asli binaan Barca. Namun, pada 2004 ia kemudian 'dibajak' Setan Merah ke Old Trafford. Di sana, Pique tak mendapat banyak kesempatan bermain. Selain karena usianya yang masih muda, Pique tak mampu meruntuhkan dominasi Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic ketika itu.
"Fergie dan Pep sangat berbeda. Ferguson tidak sering turun ke lapangan latihan. Dia tetap di kantornya dan melakukan banyak tugas yang berbeda-beda," kata Pique kepada FIFA.com.
"Saya pikir ia lebih mirip sosok seorang ayah. Setidaknya itulah bagaimana hubungan saya dengan dia ketika saya bergabung dengan mereka di usia 17 tahun. Fergie adalah seorang motivator yang baik. Cara ia berbicara sebelum pertandingan sungguh fantastis."
Karena tak kunjung mendapat jam terbang reguler, Pique akhirnya kembali ke Barca pada 2008. Di sana, ia bertemu dengan Pep Guardiola yang percaya penuh dengan kemampuannya.
"Guardiola menghabiskan waktu sepanjang hari dengan pemain dan kemudian duduk menonton sepuluh jam video pertandingan, agar ia bisa menunjukkan kepada kami cuplikan dari lawan kami dan bagaimana cara menyerang mereka. Mungkin ini hanya masalah waktu berapa lama mereka telah melatih. Pep baru saja mulai, sementara Sir Alex jauh lebih berpengalaman."
"Di satu sisi, Pep melihat sepakbola dengan cara yang orang lain tidak bisa lihat. Ia kemudian menjelaskannya lebih baik dari siapa pun. Banyak pelatih hanya meminta Anda untuk bergerak ke kanan atau ke kiri, tapi Pep memberi Anda alasan mengapa hal itu harus dilakukan. Dengan begitu, Anda jelas memahami ketika sedang melakukan sesuatu di lapangan," pungkas Pique.
Ini Dia Akun Resmi Facebook Milik Wayne Rooney

Bola.net - Wayne Rooney kembali merengkuh kesuksesan baru, hari kemarin ia melaunching ulang akun resminya di situs jejaring sosial Facebook. Dan hanya dalam tempo 30 menit ia sudah menggaet sekitar 500 Ribu fans.
Dalam postingan pertamanya hari kemarin ia mengunggah foto dirinya sedang bermain Video Game favoritnya yakni FIFA 12. Sembari disertai tulisan seperti berikut ini.
"Baru pulang rumah usai latihan, kini aku bisa bersantai sembari bermain FIFA. Sudah tak sabar menjalani partai besar untuk hari Minggu (melawan Arsenal di Emirates Stadium),"
Sebelum ini Rooney berjaya di Twitter, follower-nya sudah berkumpul sebanyak 2,7 juta. Menurut Evening News total itu adalah yang terbanyak dibanding pemain EPL lainnya.
Sejak dibuka kemarin waktu Inggris, fans Rooney melakukan "like" sebanyak 278 fans per detiknya, itu dalam rentang waktu 30 menit pertama, hingga saat ini totalnya telah menyentuh angka 576.205.
Ada yang Berminat gabung di fan pages resminya? Berikut ini link resmi striker Setan Merah tersebut,http://www.facebook.com/WayneRooney tinggal klik tombol "Like" dan Anda bakal langsung terdaftar sebagai fans resmi si Rooney. (en/lex)
Langganan:
Postingan (Atom)


























