Bola.net - Dengan semakin kencangnya rumor kepergian Jose Mourinho, nama Arsene Wenger muncul sebagai salah satu kandidat kuat sebagai pelatih Real Madrid yang baru.
Wenger bersama dengan pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew adalah dua nama top teratas sebagai suksesor Mourinho di Bernabeu. Hubungan Mou dengan sejumlah elemen di Madrid sepertinya sudah berada di dalam level amat sulit untuk diperbaiki lagi.
"Saya tidak tahu jika apakah saya akan tetap berada di Real Madrid musim depan," ucap Mourinho kepada reporter, Selasa (24/01) kemarin.
Meski saat ini El Real masih memimpin 5 poin di atas Barcelona pada papan klasemen, namun bukan berarti posisi Mou aman di Bernabeu. Marca melansir kabar yang menyebutkan adanya keretakan di kubu Real setelah Mou bersitegang dengan kapten Iker Casillas dan wakil kapten Sergio Ramos.
Tak hanya mendapat 'pemberontakan' dari pemain Real sendiri, fans Los Blancos juga sudah hilang kesabaran kepada Mourinho. Terbukti pelatih asal Portugal ini mendapat siulan mencibir dari penghuni Santiago Bernabeu saat Real menang telak 4-1 dari Athletic Bilbao. Usai pertandingan, Mou mengaku tidak akan terpengaruh dengan reaksi yang ditunjukkan oleh fans Madrid.
"Tidak ada masalah, saya belum pernah mendapat perlakuan seperti ini di Porto, Chelsea atau Inter, tetapi selalu ada awal untuk segala sesuatu," ucap Mourinho saat jumpa pers usai pertandingan.
Sementara Wenger adalah incaran lama Real Madrid. Jika pada tahun 2009 sang Profesor ini menolak tawaran menukangi Les Merengues, maka lain halnya dengan sekarang. Posisi Wenger juga sedang tidak aman menyusul paceklik gelar di Arsenal yang kini sudah mencapai angka 7 tahun.
Tak hanya itu, penampilan buruk Arsenal terus berlanjut ketika mereka tertinggal 5 angka dari Chelsea yang duduk di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga Premier, Jika kondisi ini terus berlanjut, maka Arsenal bisa absen di pentas Liga Champions musim depan. Sesuatu yang disebut Wenger dengan petaka terburuk bagi timnya.
Tidak jelasnya masa depan Wenger ini juga memicu disharmonisasi dalam tim. Robin van Persie dikabarkan tengah memikirkan opsi untuk pindah memperkuat Manchester City yang menyatakan tertarik meminangnya. Jika ini terjadi maka The Gunners bakal kembali kehilangan kapten mereka, setelah sebelumnya Cesc Fabregas pergi untuk memperkuat Barca.
Presiden Madrid, Florentino Perez sudah menyiapkan dana berlimpah kepada Wenger untuk membangun skuadnya di Bernabeu guna mengakhiri dominasi Barcelona di Spanyol dan Eropa. Menangani tim sekelas Madrid dengan dukungan dana berlimpah tentu bukan opsi yang buruk untuk Wenger yang posisinya terus digoyang di Emirates. Apakah skenario ini akan berjalan, kita lihat saja di akhir musim nanti.
Rabu, 25 Januari 2012
Siaran Langsung, 11 Laga IPL Sepanjang Februari
Kabar gembira bagi pecinta sepakbola dalam negeri di Bulan Februari. RCTI, Global TV dan MNC TV yang tergabung dalam MNC Group selaku sponsor dan host tv/broadcaster kompetisi IPL bakal memanjakan para pemirsanya dengan menayangkan siaran langsung kompetisi Indonesian Premier League (IPL).
Pada bulan Februari, PT Liga Prima Indonesia Sportindo
(LPIS) selaku pengelola Liga Resmi Indonesia Premier League telah
melakukan beberapa penyeusaian jadwal pertandingan dengan MNC Grup dan
telah menyajikan siaran langsung 11 partai.
"Karena itu kami
minta tim tuan rumah dan tim tamu segera berkoordinasi dengan
pihak-pihak terkait sehingga pertandingan dapat berjalan dengan aman,
tertib, dan lancar," ucap Head of First Level LPIS, Hendriyana seperti
yang dilansir dari situs resmi Liga Prima.
Tanggal 5 di hari
Minggu sore pukul 16.00 WIB Arema lawan Persiba di Stadion Gajayana
Malang akan menjadi laga pembuka IPL di Bulan Februari.
bola.net
PSSI Kena Sanksi Jika Undang Klub ISL di Kongres Tahunan
Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Ismail Mukadar mengatakan dalam rangka untuk menjalankan statuta FIFA, PSSI tidak akan mengundang klub-klub yang berkompetisi di luar PSSI untuk mengikuti kongres tahunan yang akan digelar tanggal 18 Maret 2012.
"Akan aneh jika ada orang yang mengatakan PSSI harus mengundang klub peserta Indonesia Super League (ISL.Red) di kongres tahunan PSSI, padahal kompetisi itu bukan diselenggarakan oleh PSSI. Pernyataan itu sama saja membodohi masyarakat sepakbola Indonesia," ungkap Saleh Ismail Mukadar dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (25/1/2012).
Menurut Saleh Ismail Mukadar, jika PSSI mengundang klub yang bukan peserta kompetisi resmi bentukan PSSI yang tentunya dibawah naungan FIFA, jelas PSSI akan melanggar statuta FIFA.
"Jangan termakan oleh pernyataan kelompok tertentu yang ingin merusak citra PSSI, PSSI harus berpegang pada statuta FIFA," tandasnya.
Seperti diketahui, saat ini ada kelompok tertentu yang menginginkan PSSI mengundang klub peserta ISL hadir di acara kongres tahunan PSSI tanggal 18 Maret 2012.
Jika mau sedikit saja membaca Statuta PSSI, kata Seleh Mukadar, pasti akan mudah memahaminya. Pada pasal 15 huruf h Statuta PSSI serta juga diperkuat Surat FIFA pada 21 Desember lalu, dengan tegas disebutkan bahwa PSSI dilarang berhubungan dengan klub-klub yang bukan anggota kompetisi resmi PSSI.
"Apabila berhubungan dengan mereka (klub-klub pemberontak) maka PSSI akan diberi sanksi FIFA. Jadi, kami tidak boleh mengundang yang bukan anggota PSSI untuk mengikuti Kongres Tahunan PSSI," tutur Saleh Mukadar.
Apa yang dimaksud oleh Saleh Ismail Mukadar, masyarakat sepakbola di tanah air hendaknya harus memahami benar apa yang terkandung dalam statuta FIFA dan PSSI sendiri. bolaindo.com
"Akan aneh jika ada orang yang mengatakan PSSI harus mengundang klub peserta Indonesia Super League (ISL.Red) di kongres tahunan PSSI, padahal kompetisi itu bukan diselenggarakan oleh PSSI. Pernyataan itu sama saja membodohi masyarakat sepakbola Indonesia," ungkap Saleh Ismail Mukadar dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (25/1/2012).
Menurut Saleh Ismail Mukadar, jika PSSI mengundang klub yang bukan peserta kompetisi resmi bentukan PSSI yang tentunya dibawah naungan FIFA, jelas PSSI akan melanggar statuta FIFA.
"Jangan termakan oleh pernyataan kelompok tertentu yang ingin merusak citra PSSI, PSSI harus berpegang pada statuta FIFA," tandasnya.
Seperti diketahui, saat ini ada kelompok tertentu yang menginginkan PSSI mengundang klub peserta ISL hadir di acara kongres tahunan PSSI tanggal 18 Maret 2012.
Jika mau sedikit saja membaca Statuta PSSI, kata Seleh Mukadar, pasti akan mudah memahaminya. Pada pasal 15 huruf h Statuta PSSI serta juga diperkuat Surat FIFA pada 21 Desember lalu, dengan tegas disebutkan bahwa PSSI dilarang berhubungan dengan klub-klub yang bukan anggota kompetisi resmi PSSI.
"Apabila berhubungan dengan mereka (klub-klub pemberontak) maka PSSI akan diberi sanksi FIFA. Jadi, kami tidak boleh mengundang yang bukan anggota PSSI untuk mengikuti Kongres Tahunan PSSI," tutur Saleh Mukadar.
Apa yang dimaksud oleh Saleh Ismail Mukadar, masyarakat sepakbola di tanah air hendaknya harus memahami benar apa yang terkandung dalam statuta FIFA dan PSSI sendiri. bolaindo.com
Persija : Korban selanjutnya adalah PERSIB
Setelah mengalahkan club besar yaitu Pelita Jaya kemarin, Persija akan tour ke kekandang yg julukan suporter Maung Bandung pd tgl 29 Januari 2012 akan menjadi laga Bergengsi Indonesia antara Persib vs Persija di Std.Jalak Harupat , Bandung .
Persija sendiri mempunyai "Rekor" bagus saat berjumpa dengan Persib sejak tahun 2000 Persija berhasil menang 15 kali dan Persib hanya menang 3 kali .
Selain itu Juga akan menjadi Reonian eks. 5 pemain Persija yang hijrah ke Persib . diantaranya yaitu M.Ilham dan Aliyudin . Dengan terangnya M.Ilham dan Aliyudin mengatakan "Kami siap Mengalahkan Persija"
Persija sendiri mempunyai "Rekor" bagus saat berjumpa dengan Persib sejak tahun 2000 Persija berhasil menang 15 kali dan Persib hanya menang 3 kali .
Selain itu Juga akan menjadi Reonian eks. 5 pemain Persija yang hijrah ke Persib . diantaranya yaitu M.Ilham dan Aliyudin . Dengan terangnya M.Ilham dan Aliyudin mengatakan "Kami siap Mengalahkan Persija"
PSSI Undang Peserta Sesuai Pasal 23 Statuta PSSI
Tribunnews.com - Rabu, 25 Januari 2012 10:56 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Seleh Ismail Mukadar mengatakan Kelompok yang menamakan penyelamat sepakbola Indonesia masih memiliki anggapan jika klub-klub peserta Liga Super Indonesia (LSI) atau Indonesia Super League (ISL) yang sudah dinyatakan FIFA sebagai klub ilegal karena mengikuti kompetisi di luar PSSI, masih merasa sebagai anggota sah PSSI.
Karenanya, klub-klub ISL itu masih merasa punya hak suara untuk diundang dalam kongres tahunan PSSI yang akan digelar tanggal 18 Maret 2012 dan PSSI punya kewajiban mengundang mereka.
"Itulah persepsi yang ditimbulkan," kata Saleh Ismail Mukadar yang dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (25/1/20112).
Namun menurut Saleh Ismail Mukadar, ini Kongres Tahunan PSSI, bukan Kongres Luar Biasa. Pemilik suara dalam kongres tahunan seperti tercantum dalam Pasal 23 statuta PSSI hanya 108 suara, meliputi 18 suara dari kompetisi level profesional, 16 tim dari level dua profesional, 14 dari tim divisi 1, 12 tim divisi 2, 10 tim divisi 3, dan 33 dari Pengprov PSSI, serta lima suara dari asosiasi.
Karenanya, yang berhak mendapatkan pemberitahuan kongres sesuai ketentuan adalah 33 Pengprov PSSI, seluruh peserta Indonesian Premier League (IPL), seluruh perserta divisi utama, seluruh peserta divisi 1, divisi 2, dan divisi 3. Sebab mereka adalah anggota PSSI yang berpeluang menjadi voters pada Kongres Tahunan PSSI.
Selain itu, Kongres Tahunan atau KLB hanya dapat terjadi atau sah apabila penyelenggaranya PSSI, atau lembaga lain yang ditunjuk FIFA seperti ketika FIFA memberhentikan Nurdin Halid dari posisinya sebagai ketua umum PSSI, kemudian menunjuk Komite Normalisasi (KN) untuk menggelar Kongres. "Di luar itu, tidak ada yang bisa menggelar kongres," tegas Saleh Mukadar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Seleh Ismail Mukadar mengatakan Kelompok yang menamakan penyelamat sepakbola Indonesia masih memiliki anggapan jika klub-klub peserta Liga Super Indonesia (LSI) atau Indonesia Super League (ISL) yang sudah dinyatakan FIFA sebagai klub ilegal karena mengikuti kompetisi di luar PSSI, masih merasa sebagai anggota sah PSSI.
Karenanya, klub-klub ISL itu masih merasa punya hak suara untuk diundang dalam kongres tahunan PSSI yang akan digelar tanggal 18 Maret 2012 dan PSSI punya kewajiban mengundang mereka.
"Itulah persepsi yang ditimbulkan," kata Saleh Ismail Mukadar yang dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (25/1/20112).
Namun menurut Saleh Ismail Mukadar, ini Kongres Tahunan PSSI, bukan Kongres Luar Biasa. Pemilik suara dalam kongres tahunan seperti tercantum dalam Pasal 23 statuta PSSI hanya 108 suara, meliputi 18 suara dari kompetisi level profesional, 16 tim dari level dua profesional, 14 dari tim divisi 1, 12 tim divisi 2, 10 tim divisi 3, dan 33 dari Pengprov PSSI, serta lima suara dari asosiasi.
Karenanya, yang berhak mendapatkan pemberitahuan kongres sesuai ketentuan adalah 33 Pengprov PSSI, seluruh peserta Indonesian Premier League (IPL), seluruh perserta divisi utama, seluruh peserta divisi 1, divisi 2, dan divisi 3. Sebab mereka adalah anggota PSSI yang berpeluang menjadi voters pada Kongres Tahunan PSSI.
Selain itu, Kongres Tahunan atau KLB hanya dapat terjadi atau sah apabila penyelenggaranya PSSI, atau lembaga lain yang ditunjuk FIFA seperti ketika FIFA memberhentikan Nurdin Halid dari posisinya sebagai ketua umum PSSI, kemudian menunjuk Komite Normalisasi (KN) untuk menggelar Kongres. "Di luar itu, tidak ada yang bisa menggelar kongres," tegas Saleh Mukadar.
Feryansyah, Antara Timnas dan Gelar Sarjana
Sorot mata Feryansyah Mas'ud, striker muda Pelita Jaya FC, bergerak liar memandangi mata rekan-rekannya yang terlebih dulu berada di lapangan. Sambil berlari memasuki lapangan, pemuda itu tak henti-hentinya meyakinkan diri bisa melesakkan gol ke gawang Persija Jakarta di sisa waktu laga tersebut.
Feryansyah masuk menjelang menit-menit akhir babak kedua saat Pelita Jaya menjamu Persija Jakarta, Senin 23 Januari 2012. Menggantikan striker Alexander Bajevskie, pemain kelahiran Palembang, 25 Januari 1991 itu diberi kepercayaan oleh pelatih Rahmad Darmawan untuk bisa membuat kejutan saat timnya tertinggal 0-2 dari Persija.
"Sebagai pemain, kapan pun diminta pelatih, kami harus siap. Termasuk bermain pada menit-menit akhir dan saat kondisi tim tertinggal," ujar Feryansyah pada VIVAbola, Selasa 24 Januari 2012.
Meski pada akhirnya Pelita Jaya harus mengakui keunggulan Persija dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) tersebut, bagi Feryansyah, laga di Stadion Manahan Solo itu menjadi cerita tersendiri bagi perjalanan sepakbola yang kini dijalaninya. Sebagai pemain muda, ia mengaku bangga mulai diberikan kepercayaan untuk menjajal kemampuan.
"Sebagai pemain, tentu saya senang diberi kepercayaan untuk tampil. Dan saya saat itu berusaha keras untuk bisa kasih lebih atas kepercayaan itu," ujar pemain dengan nomor punggung 20 itu.
Usai pertandingan, seperti halnya pemain lain, mantan pemain Pelita Jaya U-21 itu langsung menuju ruang ganti dengan wajah tertunduk. Perasaan kecewa lantaran kalah di laga tersebut tak bisa dibohongi oleh senyuman manis yang ia lemparkan kepada suporter yang menyapanya. Bagi pemain seusianya, tentu tidak mudah menerima kekalahan dengan waktu yang cepat.
Feryansyah mengatakan, setiap pertandingan yang dilaluinya bersama Pelita Jaya FC saat ini, ia anggap sebagai modal untuk meniti tangga menuju muara impiannya. Sebagai pemuda yang sejak kecil bermimpi mengikuti jejak idolanya, Bambang Pamungkas, Feryansyah tak segan mengaku berambisi ingin mengenakan kostum tim nasional suatu saat nanti.
"Siapapun ingin mengenakan kaus timnas dengan garuda di dadanya, termasuk saya. Sebagai pemain bola, itulah cita-cita terbesar saya. Mungkin usia saya bisa masuk timnas U-23. Tapi saat ini, saya tidak mau banyak berharap dulu. Saya tahu bagaimana kondisinya. Tapi jika saya dipanggil, saya pasti akan bilang, ya saya siap," tutur striker tersebut.
Namun, bukan hanya impian menjadi punggawa timnas saja yang saat ini tengah bersemayam di lubuk hati Feryansyah. Pemain yang memulai karier sepakbola profesionalnya di Pelita itu mengatakan, keinginan lain yang juga tengah berkecamuk di dadanya saat ini adalah keinginan merengkuh gelar sarjana.
Meski sadar tak bisa menjalani alur pendidikan formal seperti halnya teman-teman seusianya di luar, namun menjadi pesepakbola bukan alasan bagi putra pasangan Mas'ud Dairan dan Zartilawati tersebut untuk meninggalkan bangku sekolah. Saat ini, pemain yang dikenal disiplin itu bahkan tercatat menjadi mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang.
"Impian saya yang lain adalah ingin jadi sarjana. Menjadi pemain bola yang sukses itu penting. Tetapi pendidikan juga sama pentingnya. Saya ikut perkuliahan kelas karyawan untuk menyiasati karier sepakbola saya. Sebab saya tidak mungkin bisa ikut kelas reguler seperti teman-teman di luar," papar pemain yang akrab disebut Abung itu.
Niatan Feryansyah untuk tetap kuliah itu kemudian mendapat angin segar manajemen klub Pelita Jaya. Usai laga menghadapi Persija Jakarta kemarin, Feryansyah diberi kesempatan untuk pulang kampung menyelesaikan Ujian Akhir Semester (UAS) susulan yang menjadi kewajibannya. Feryansyah saat ini menjadi mahasiswa semester IV salah satu STIE swasta di Kota Pempek.
"Kebetulan saya harus ikut UAS semester IV dalam beberapa hari kedepan. Sebetulnya ini susulan, karena teman-teman lain di kampus sudah duluan. Alhamdulillah manajemen Pelita sangat mendukung hal itu. Saya diberi izin beberapa hari," ujarnya.
"Saya sendiri sempat berpikir untuk pindah kampus ke Jakarta supaya lebih memudahkan. Tapi saya masih bingung siapa yang mau mengurus soal pindah-pindahan itu. Saya kan sendiri di Jakarta. Orang tua semuanya di Palembang," Feryansyah menambahkan.
Jika nanti gelar sarjana sukses diraih, akankan pemuda yang hari ini genap menginjak 21 tahun berhasil mewujudkan impian mengenakan kostum skuad Garuda Merah Putih? (vivanews.com)
Feryansyah masuk menjelang menit-menit akhir babak kedua saat Pelita Jaya menjamu Persija Jakarta, Senin 23 Januari 2012. Menggantikan striker Alexander Bajevskie, pemain kelahiran Palembang, 25 Januari 1991 itu diberi kepercayaan oleh pelatih Rahmad Darmawan untuk bisa membuat kejutan saat timnya tertinggal 0-2 dari Persija.
"Sebagai pemain, kapan pun diminta pelatih, kami harus siap. Termasuk bermain pada menit-menit akhir dan saat kondisi tim tertinggal," ujar Feryansyah pada VIVAbola, Selasa 24 Januari 2012.
Meski pada akhirnya Pelita Jaya harus mengakui keunggulan Persija dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) tersebut, bagi Feryansyah, laga di Stadion Manahan Solo itu menjadi cerita tersendiri bagi perjalanan sepakbola yang kini dijalaninya. Sebagai pemain muda, ia mengaku bangga mulai diberikan kepercayaan untuk menjajal kemampuan.
"Sebagai pemain, tentu saya senang diberi kepercayaan untuk tampil. Dan saya saat itu berusaha keras untuk bisa kasih lebih atas kepercayaan itu," ujar pemain dengan nomor punggung 20 itu.
Usai pertandingan, seperti halnya pemain lain, mantan pemain Pelita Jaya U-21 itu langsung menuju ruang ganti dengan wajah tertunduk. Perasaan kecewa lantaran kalah di laga tersebut tak bisa dibohongi oleh senyuman manis yang ia lemparkan kepada suporter yang menyapanya. Bagi pemain seusianya, tentu tidak mudah menerima kekalahan dengan waktu yang cepat.
Feryansyah mengatakan, setiap pertandingan yang dilaluinya bersama Pelita Jaya FC saat ini, ia anggap sebagai modal untuk meniti tangga menuju muara impiannya. Sebagai pemuda yang sejak kecil bermimpi mengikuti jejak idolanya, Bambang Pamungkas, Feryansyah tak segan mengaku berambisi ingin mengenakan kostum tim nasional suatu saat nanti.
"Siapapun ingin mengenakan kaus timnas dengan garuda di dadanya, termasuk saya. Sebagai pemain bola, itulah cita-cita terbesar saya. Mungkin usia saya bisa masuk timnas U-23. Tapi saat ini, saya tidak mau banyak berharap dulu. Saya tahu bagaimana kondisinya. Tapi jika saya dipanggil, saya pasti akan bilang, ya saya siap," tutur striker tersebut.
Namun, bukan hanya impian menjadi punggawa timnas saja yang saat ini tengah bersemayam di lubuk hati Feryansyah. Pemain yang memulai karier sepakbola profesionalnya di Pelita itu mengatakan, keinginan lain yang juga tengah berkecamuk di dadanya saat ini adalah keinginan merengkuh gelar sarjana.
Meski sadar tak bisa menjalani alur pendidikan formal seperti halnya teman-teman seusianya di luar, namun menjadi pesepakbola bukan alasan bagi putra pasangan Mas'ud Dairan dan Zartilawati tersebut untuk meninggalkan bangku sekolah. Saat ini, pemain yang dikenal disiplin itu bahkan tercatat menjadi mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang.
"Impian saya yang lain adalah ingin jadi sarjana. Menjadi pemain bola yang sukses itu penting. Tetapi pendidikan juga sama pentingnya. Saya ikut perkuliahan kelas karyawan untuk menyiasati karier sepakbola saya. Sebab saya tidak mungkin bisa ikut kelas reguler seperti teman-teman di luar," papar pemain yang akrab disebut Abung itu.
Niatan Feryansyah untuk tetap kuliah itu kemudian mendapat angin segar manajemen klub Pelita Jaya. Usai laga menghadapi Persija Jakarta kemarin, Feryansyah diberi kesempatan untuk pulang kampung menyelesaikan Ujian Akhir Semester (UAS) susulan yang menjadi kewajibannya. Feryansyah saat ini menjadi mahasiswa semester IV salah satu STIE swasta di Kota Pempek.
"Kebetulan saya harus ikut UAS semester IV dalam beberapa hari kedepan. Sebetulnya ini susulan, karena teman-teman lain di kampus sudah duluan. Alhamdulillah manajemen Pelita sangat mendukung hal itu. Saya diberi izin beberapa hari," ujarnya.
"Saya sendiri sempat berpikir untuk pindah kampus ke Jakarta supaya lebih memudahkan. Tapi saya masih bingung siapa yang mau mengurus soal pindah-pindahan itu. Saya kan sendiri di Jakarta. Orang tua semuanya di Palembang," Feryansyah menambahkan.
Jika nanti gelar sarjana sukses diraih, akankan pemuda yang hari ini genap menginjak 21 tahun berhasil mewujudkan impian mengenakan kostum skuad Garuda Merah Putih? (vivanews.com)
DU LPIS : Persis Solo akan Turunkan Soler dan Ndubuisi
Solo – Bersamaan dengan libur Hari Raya Imlek kelegaan hati manajemen Persis Solo lengkap sudah akhirnya. PSSI dan LPIS mengeluarkan surat pengesahan untuk dua pemain asing Persis Solo, Fernando Soler dan Michael Ndubuisi. International Transfer Certificate (ITC) kedua pemain tersebut sudah keluar.
“PSSI dan LPIS sudah mengeluarkan surat pengesahan untuk Soler dan Ndubuisi. ITC mereka sudah turun dan sudah bisa bermain nanti saat Persis tandang ke Palangkaraya melawan Persepar,” ungkap CEO Persis Solo Kesit B Handoyo.
“Harapan besar kekuatan Persis Solo semakin solid dengan merumputnya Soler dan Ndubuisi, dan tentunya akan menjadikan Bang Jun akan lebih lincah dalam mengatur penempatan starlist dan strategi di lapangan,” tambahnya.
Sedangkan ketika dihubungi lewat telepon Bang Jun panggilan akrab Junaidi, Pelatih Kepala Persis Solo memberikan pernyataannya terkait keluarnya ITC Soler dan Ndubuisi.
“Saya bersyukur sekali dengan keluarnya ITC kedua pemain ini dan seperti yang sering saya katakan saya akan lebih mudah dalam menentukan starlist dan pola-pola strategi yang lebih bervariatif serta akan menampah kekuatan penuh tim Persis Solo“ ungkap “BJ“ singkatan akrab dari Bang Jun.
Seperti diketahui bersama bahwa Sabtu (28/1) sore Laskar Sambernyawa akan melakukan pertandingan tandang melawan Persepar Palangkaraya di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya. Dan direncanakan tim Persis Solo akan bertolak ke Palangkaraya hari Kamis (26/1) siang melalui Bandara International Adi Sumarmo Solo.
“PSSI dan LPIS sudah mengeluarkan surat pengesahan untuk Soler dan Ndubuisi. ITC mereka sudah turun dan sudah bisa bermain nanti saat Persis tandang ke Palangkaraya melawan Persepar,” ungkap CEO Persis Solo Kesit B Handoyo.
“Harapan besar kekuatan Persis Solo semakin solid dengan merumputnya Soler dan Ndubuisi, dan tentunya akan menjadikan Bang Jun akan lebih lincah dalam mengatur penempatan starlist dan strategi di lapangan,” tambahnya.
Sedangkan ketika dihubungi lewat telepon Bang Jun panggilan akrab Junaidi, Pelatih Kepala Persis Solo memberikan pernyataannya terkait keluarnya ITC Soler dan Ndubuisi.
“Saya bersyukur sekali dengan keluarnya ITC kedua pemain ini dan seperti yang sering saya katakan saya akan lebih mudah dalam menentukan starlist dan pola-pola strategi yang lebih bervariatif serta akan menampah kekuatan penuh tim Persis Solo“ ungkap “BJ“ singkatan akrab dari Bang Jun.
Seperti diketahui bersama bahwa Sabtu (28/1) sore Laskar Sambernyawa akan melakukan pertandingan tandang melawan Persepar Palangkaraya di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya. Dan direncanakan tim Persis Solo akan bertolak ke Palangkaraya hari Kamis (26/1) siang melalui Bandara International Adi Sumarmo Solo.
Langganan:
Postingan (Atom)



