Bola.net - Nil Maizar dipastikan absen mendampingi Tim Nasional senior dalam pemusatan latihan untuk Turnamen An-Nakbah, Palestina, pada 13-24 Mei mendatang. Buntutnya, tugas kepelatihan dipercayakan kepada Fabio Olivera selaku asistennya.
Asisten pelatih Persija di kompetisi Indonesian Premier League (IPL) tersebut, akan memegang tongkat estafet komando selama timnas menjalani pemusatan latihan di Sleman, Yogyakarta.
“Nil Maizar akan bertolak ke Jerman untuk mengikuti kursus kepelatihan guna meningkatkan kemampuannya, Sabtu (21/4). Keberangkatan Nil tidak mendadak karena sudah dipersiapkan sejak lama, jauh sebelum ditunjuk untuk menangani timnas,” terang pria kebangsaan Brasil tersebut kepada Bola.net.
Fabio menggaransi, kepergian Nil yang dijadwalkan pada 23 April hingga 12 Mei 2012, tidak akan menganggu sedikit pun program persiapan timnas. Pasalnya, ia kembali mengatakan, Nil telah memberikan program-program latihan secara lengkap.
“Sehingga, tugas saya akan mudah. Yakni hanya menjalankan program yang sudah Nil berikan. Terlebih, kami akan selalu berkomunikasi untuk melakukan evaluasi,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, Fabio mengharapkan agar pemain yang ada, mayoritas asal kompetisi IPL, dapat mengikuti latihan secara maksimal.
“Kami juga terus mengharapkan agar pemain-pemain dari Indonesia Super League (ISL) dapat segera bergabung dalam waktu yang tidak lama. Semoga, PSSI dapat merampungkan persoalan yang terjadi, “ tuturnya
Jumat, 20 April 2012
Senin, 09 April 2012
Menpora : Pembinaan Usia Dini Harus Jalan Terus
Menteri Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Andi Alifian Mallarangeng, mengharapkan agar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus melakukan pembinaan usia muda meski konflik dualisme kompetisi belum juga usai.
"Utamanya, saya sangat merespon positif upaya PSSI dalam merangkul klub-klub Indonesia Super League (ISL). Meski berat, PSSI tentu tidak boleh menyerah dalam melakukan rekonsiliasi. Harapan saya, semua pihak sama-sama berkehendak baik untuk rekonsiliasi," kata mantan juru bicara kepresidenan bagi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut kepada Bola.net.
Karena itu, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Maret 1963, meminta agar PSSI tetap fokus bekerja seraya terus menjalankan program-program yang telah dibuat. Salah satunya, mengenai pembinaan pemain sepak bola usia muda.
"Saya menekankan kepada PSSI bahwa pembinaan usia muda harus tetap berjalan. Tidak boleh terhambat dan terganggu oleh persoalan yang terjadi di tingkat kepengurusan," sambung alumnus Fisipol Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1986 tersebut.
Dengan begitu, peraih gelar Doctor Of Philosophy di bidang ilmu politik danMaster Of Science di bidang sosiologi dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat pada 1997 tersebut mengatakan, persoalan yang ada tidak semestinya menelantarkan cita-cita PSSI dalam melahirkan dan mengembangkan bakat-bakat pesepakbola usia muda.
“Termasuk, rencana PSSI dalam membangun tujuh pusat pembinaan pesepakbola usia muda di seluruh Indonesia tidak boleh berhenti. Sebab, itu merupakan investasi bangsa Indonesia untuk memiliki Timnas yang kuat dan disegani. Terlebih, dari hasil pembinaan dan didukung kompetisi yang baik,” tukasnya.
Sedangkan tujuh lokasi pembinaan tersebut, tersebar di Padang (Sumatera Barat), Jawa Barat, Malang (Jawa Timur), Makassar (Sulawesi Selatan), Ambon (Maluku), dan Jayapura (Papua).
Selain membangun pusat-pusat pembinaan, bapak dari Gemilang Mallarangeng, Gemintang Kejora Mallarangeng dan Mentari Bunga Rantiga Mallarangeng tersebut, juga memuji langkan PSSI dalam mengembangkan kapasitas dan kompetensi pelatih-pelatih sepak bola di daerah.
"Kuncinya adalah tanggung jawab dan konsistensi. Sehingga, ke depannya Indonesia memiliki tenga-tenaga profesional yang bermutu saing tinggi,” tuntas suami dari Vitri Cahyaningsih tersebut.
BOLA.net
Yakin Diakui, PSSI Versi KPSI Terus Jalankan Agenda Organisasi
Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) begitu percaya diri akan keputusan FIFA dan AFC yang akan mengakui hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (18/3).
Pada KLB buatan KPSI tersebut, memutuskan La Nyalla Mahmud Mattalittidan Rahim Soekasah, sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2012/2016.
"KLB-KPSI sudah sah jika ditinjau dari keabsahan para pemilik suara yang hadir. Karena itu, kami terus menjalankan agenda organisasi seperti yang sudah dirumuskan," terang acting Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI versi KPSI, Tigor Boboy kepada Bola.net.
"Kami juga tengah menunggu pengesahan dari pihak-pihak terkait, misalnya saja, FIFA, AFC, Menpora dan KONI," sambungnya.
Tigor memaparkan, kelengkapan berkas hasil KLB tersebut sudah diserahkan sepenuhnya kepada KONI. Pihaknya juga akan terus mematuhi arahan KONI, dalam hal kelengkapan dokumen KLB, guna mendapatkan legalitas.
"KLB-KPSI sudah sangat sesuai statuta dengan didukung lebih dari 2/3 anggota resmi PSSI. Guna memperbaiki kondisi persepakbolaan di Tanah Air, kami akan berjalan dijalur yang benar," tuntasnya.
BOLA.net
Alfred Riedl Siapkan Timnas Untuk AFF Dan SEA Games
Menyadari jika kedatangannya kembali ke Indonesia untuk memberi harapan baru bagi tim nasional Indonesia, Alfred Riedl tidak ingin berpangku tangan. Riedl lebih memilih segera meraba kondisi persepakbolaan Indonesia, jika dibandingkan harus memanfaatkan waktu istirahatnya.
Mantan pelatih tim nasional Indonesia di ajang Piala AFF 2010 tersebut, tiba di Jakarta menggunakan pesawat Turkish Airlines nomor penerbangan 6600, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Pukul 18.30 WIB, Minggu (8/4) malam.
Pelatih kelahiran Wina, Austria, 2 November 1949 tersebut, akan turun tangan langsung memilih dan menentukan pemain yang akan masuk tim nasional Indonesia versi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Rahim Soekasah, Riedl mengaku akan langsung memantau pertandingan perdana putaran kedua kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012 gelaran PT Liga Indonesia (PT LI). Yakni, pertandingan antara Persib Bandung lawan Gresik United di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (11/4).
"Riedl memang diberikan kewenangan penuh dalam menentukan pemain, dan asisten pelatih. Kami memberikan kebebasan Riedl agar hasil kerjanya maksimal. Riedl akan merasa nyaman jika bekerja dengan orang-orang yang dipercayainya," terang Rahim Soekasah yang juga menjabat Ketua Badan Tim Nasional Indonesia, kepada Bola.net.
"Riedl mengaku sangat senang bisa kembali ke Indonesia, dan siap untuk mengembangkan sepak bola nasional. Karena sudah lama tidak melihat sepak bola Indonesia, Riedl akan melihat pertandingan ISL untuk mengetahui sejauh mana perkembangannya," sambung Rahim.
Rahim menambahkan, Riedl yang mengawali karir kepelatihan di klub asal Maroko, Olympique Khouribga (1993/1994), diskenariokan untuk menyiapkan Timnas yang akan tampil di ajang Piala AFF 2012 dan SEA Games 2013.
"Selain Riedl, ada pula Rahmad Darmawan yang akan mengurusi Timnas U-23. Persiapan Timnas tersebut, seiring usaha kami dalam mendapat legitimasi resmi dari FIFA," tukasnya.
Namun, dilanjutkan Rahim Soekasah, jika Timnas yang dibentuk pihaknya tersebut tidak bisa mengikuti kejuaraan dalam waktu dekat, bukanlah masalah utama. Sebab, Rahim Soekasah dan kawan-kawan menginginkan agar Timnas yang dibentuk tidak berbenturan dengan persiapan yang mepet.
"Nantinya, saat kepercayaan FIFA dan AFC hadir untuk melanjutkan estafet dariDjohar Arifin Husin, kami sudah memiliki Timnas yang tangguh. Terlebih, kompetisi profesional kami, Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama terus berjalan di bawah kendali PT Liga Indonesia (PT LI)," kutipnya.
BOLA.net
Minggu, 08 April 2012
Persib Waspadai Wajah Baru Persegres
Strategi Freddy Muli mampu membuat Persegres Gresik menaklukkan Persib Bandung dua gol tanpa balas di Stadion Tri Dharma, Gresik, Minggu 25 Maret lalu.
Tapi Persegres yang akan dihadapi Maung Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, tengah pekan nanti, sudah berubah wujud menyusul perombakan signifikan yang dilakukan Manajemen klub berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut.
Sosok Freddy Muli sudah tidak lagi memegang tongkat kepelatihan Gresik United. Setelah kalah telak 1-6 dari Pelita Jaya posisi Freddy dicopot dan digantikan Abdulrahman Gurning.
Perubahan lain juga dilakukan Gresik dalam hal materi pemain. Sejumlah pilar lama didepak, seperti striker asal Liberia, James Koko Lomell, Satyo Husodo, Mujib Ridwan, dan Dani Manangge. Beberapa nama pemain anyar masuk di putaran II Indonesia Super League (ISL) seperti Claudio Pronetto, Daniel Zelleny, Rachmat Rivai, I Wayan Gangan Mudana dan eks pemain Persib, Usep Munandar.
Menghadapi situasi ini, Asisten Pelatih Robby Darwis yang saat ini berstatus sebagai Pelatih sementara menyatakan tidak heran dengan perubahan yang dilakukan Gresik United. ”Setiap tim pasti berbenah dan memaksimalkan jeda kompetisi sebagai kesempatan untuk menata ulang kekuatan tim,” terang Robby.
Perubahan yang dilakukan Persegres ini juga yang menurut Robby harus diantisipasi agar skenario meraih kemenangan bisa terealisasi. Terlebih pada laga melawan Gresik nanti, Persib harus kehilangan tiga pilar utamanya, Maman Abdurahman, Abanda Herman dan Hariono.
”Kita harus coba sejumlah pemain karena karakter lawan juga harus diperhatikan. Dengan perubahan yang dilakukan Gresik, hal itu menunjukan jika Gresik yang akan kita hadapi nanti berbeda dengan Gresik yang kita hadapi di putaran pertama lalu,” ujar Robby.
Persib sendiri di paro kedua musim ini juga melakukan perubahan lumayan signifikan. Selain pergantian di posisi pelatih kepala menyusul mundurnya Drago Mamic dan hengkangnya striker asal Ghana, Moses Sakyi. Maung Bandung memperkuat komposisi yang ada dengan mendatangkan dua striker asing, Noh Alam Shah dan Marcio Souza da Silva.
”Setiap perubahan pasti memerlukan adaptasi, makanya kita fokus pada proses adaptasi dua pemain baru dengan pemain yang sudah ada sebelumnya dan skema permainan tim secara keseluruhan. Jika proses adaptasi bisa berjalan cepat maka hal itu tentu akan memberikan hal positif buat tim juga,” tandasnya.
PT LI Yakin Satgas Rekonsiliasi Dapat Selesaikan Masalah
Media Officer PT Liga Indonesia (PT LI),Azwan Karim, menyebut jika upaya AFC dalam menyelesaikan dualisme kompetisi di Indonesia sangat tepat.
Pasalnya, upaya tersebut dipercaya dapat mengurai benang kusut yang terjadi selama ini. Sedangkan terkait keputusan yang nantinya akan diambil, PT LI, menurut dia, menyerahkan sepenuhnya.
“Baik FIFA atau AFC sebaiknya memang mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan penjelasan lengkap dan terbaru mengenai situasi di Indonesia. Terlebih, kami memiliki 2/3 suara yang sangat legitimasi,” ujarnya kepada Bola.net.
Terkait legitimasi anggota, menurutnya, merupakan salah satu agenda yang akan dicari kebenarannya oleh AFC. Sebab, disaat yang bersamaan, Minggu (18/3), terdapat dua Kongres. Yakni, Kongres Tahanan PSSI di Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta.
"Tentunya, KLB sangat legitimasi karena diikuti mayoritas anggota sah PSSI. Sedangkan Kongres Tahunan, hanya diikuti anggota kloningan atau berstatuscaretaker," paparnya.
"Kini, bukan hanya dualisme kompetisi, namun dualisme asosiasi. Terjadinya hal tersebut karena pelanggaran statuta PSSI dan hasil Kongres Tahunan di Bali. Karena itu, dengan bantuan AFC, dan ditembuskan ke Komite Eksekutif FIFA, persoalan akan segera selesai," sebutnya.
AFC, akhirnya turun tangan dengan membentuk Satgas Rekonsiliasi demi menyelamatkan sepak bola Indonesia dari ancaman sanksi FIFA.
BOLA.net
IPL : JAKARTA FC Sebut Kartu Merah Persiraja Untungkan Mereka
Persija Jakarta IPL mengawali laga perdana di putaran kedua Indonesian Premier League dengan catatan positif.
Menghadapi Persiraja Banda Aceh, Persija mampu unggul dengan skor 3-1 di Stadion Wilis, Madiun, Sabtu (07/4) sore.
Tiga gol Persija, masing-masing dicetak Danilo Fernando pada menit ke-25,Hendra Bayauw menit ke-38, dan Sansan Fauzi pada menit ke-81. Sedangkan gol tunggal Persiraja, dicetak Fahrizal Dillah ketika pertandingan memasuki perpanjangan waktu di babak pertama.
Dengan tambahan tiga poin, posisi Persija di klasemen sementara IPL kontan terdongkrak. Kini, tim arahan Toyo Haryono tersebut naik tiga strip dari peringkat sepuluh ke posisi ketujuh. Sementara bagi Persiraja, hasil tersebut membuat mereka tertahan di posisi kedelapan.
Dalam bentrok yang disaksikan sekitar 3.000 penonton tersebut, Persiraja harus kehilangan Murilo Ribeiro De Almeida pada menit ke-20. Striker asal Timor Leste tersebut diganjar kartu merah setelah dianggap melakukan diving.
Asisten Pelaih Persija Toyo Haryono mengakui kartu merah yang diterima Murilo membuat timnya lebih leluasa melakukan tekanan.
"Tapi di babak kedua, faktor hujan dan angin besar membuat pertandingan sedikit tersendat. Sebenarnya kita memiliki banyak peluang, namun pemain kita terlalu terburu buru," kata Toyo kepada Bola.net usai pertandingan.
Apresiasi positif, dia tujukan untuk David Da Rocha yang dinilai tampil bagus di laga perdananya bersama Persija.
"Dia bisa membawa semangat di tim ini," ujarnya tentang mantan pemain PSM Makassar tersebut.
"Semoga, kemenangan ini menjadi awal yang baik bagi Persija pada putaran kedua IPL dan pelan-pelan terus meningkatkan posisi di klasemen," harap Toyo.
BOLA.net
Langganan:
Postingan (Atom)
