Teka-teki pengganti Seslija Milomir sebagai pelatih Arema yang berlaga di Liga Prima Indonesia terjawab sudah. Mantan pelatih timnas Hongkong, Dejan Antonic, dipastikan akan melatih Noh Alam Shah dkk melakoni sisa kompetisi.
Sebagaimana dilansir dari website resmi LPI, Selasa (24/1/2012), pelatih yang akrab disapa Dek Yan itu segera merapat ke Malang. “Saya akan pelajari rekam pertandingan Arema. Saya perlu tahu karakter permainan Arema dan setiap pemainnya,” kata Dek Yan seperti dilansir situs resmi LPI.
Kabar berlabuhnya Dejan ke Arema dibenarkan juru bicara tim, Noor Ramadhan. “Iya, sudah positif dia pelatih baru Arema,” tegasnya.
Dalam karir kepelatihannya, Dek Yan belum pernah memimpin tim Indonesia. Setelah memperkuat Persebaya tahun 1995-1996, Dek Yan berlabuh di Persita Tangerang tahun 1996-1996. Setelah itu dia hijrah ke Hong Kong memperkuat Instant-Dict FC. Karir kepelatihan baru dimulai saat memimpin Kitchee FC tahun 2005-2007.
Setelah bergabungnya Dek Yan nanti, Abdurahman Gurning akan dikembalikan ke posisi semula sebagai asisten pelatih.
Rabu, 25 Januari 2012
Preview DU LPIS : PSLS Lhokseumawe Andalkan Kekompakan Hadapi Persikabo
Lhokseumawe – PSLS Lhokseumawe harus benar-benar mewaspadai tim tamu Persikabo Bogor. Pasalnya, tim ini termasuk salah satu tim kuat yang patut diperhitungkan oleh tim asuhan Nasrul Koto. Ya, PSLS Lhokseumawe akan menjamu Persikabo Bogor pada lanjutan kompetisi Divisi Utama 2011-2012 pada Jumat (27/1) mendatang.
“Persikabo adalah salah satu tim di Divisi Utama yang pemainnya sudah matang, apalagi ditangani oleh Suimin Diharja,” ungkap Pelatih PSLS Lhokseumawe Nasrul Koto. Menurut mantan striker timnas di era 1980-1990-an ini, calon lawannya memiliki kemampuan menyeluruh di segala lini. Bahkan, semua pemainnya patut diwaspadai. “Saya kira kita tidak akan mewaspadai satu per satu pemain lawan karena mereka berbahaya secara tim”
Laga melawan Persikabo Bogor ini merupakan laga kedua kandang bagi tim berjuluk Laskar Pase. Di laga sebelumnya di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, ketika melawan Persikota, tuan rumah sukses meraih 3 poin dengan mengalahkan tim lawan 1-0.
Menurutnya, yang paling diwaspadai adalah pemain yang masuk ke pertahanannya. “Saya akan menerapkan strategi seperti melawan Persikota,” katanya. Salah satunya adalah memaksimalkan kekompakan yang menjadi modal awal ketika mengalahkan Persikota minggu lalu. “Saya melihat sudah ada perkembangan dan trennya mulai meningkat. Permainan lini per lini sudah berkembang,” jelasnya.
Sementara, Asisten Pelatih Persikabo John Arwandi mengatakan, banyak hal yang perlu dievaluasi dari penampilan timnya. Salah satunya dalam segi finishing touch yang menurutnya masih belum maksimal.
“Dari segi permainan sebenarnya kita mendominasi jalannya pertandingan , bahkan banyak peluang yang bisa kami ciptakan, namun selalu gagal di penyelesaian akhir. Hal itu yang menjadi bahan evaluasi kami,” ujar John Arwandi.
Dari hasil evaluasi tersebut, kemungkinan akan ada beberapa alternatif taktik yang akan dipersiapkan. “Berdasarkan hasil evaluasi, lini depan kita belum maksimal. Untuk itu, kita sudah siapkan beberapa alternatif strategi yang akan digunakan untuk menghadapi PSLS Lokseumawe nanti. Kami sudah melakukan latihan, sebagian pemain sudah bisa mengaplikasikan taktik ini,” jelas pelatih asal Padang ini,
Mengenai kondisi tim, John mengungkapkan dua pemainnya Edward Valuta dan Dian Irawan masih cedera ringan. Namun mereka bisa diturunkan melawan tim nasuhan Nasrul Koto. Sementara, Nasrul Koto belum bisa menurunkan dua pemainnya, Zulkarnaen dan Aang Baktiawan karena cederanya belum pulih.
“Persikabo adalah salah satu tim di Divisi Utama yang pemainnya sudah matang, apalagi ditangani oleh Suimin Diharja,” ungkap Pelatih PSLS Lhokseumawe Nasrul Koto. Menurut mantan striker timnas di era 1980-1990-an ini, calon lawannya memiliki kemampuan menyeluruh di segala lini. Bahkan, semua pemainnya patut diwaspadai. “Saya kira kita tidak akan mewaspadai satu per satu pemain lawan karena mereka berbahaya secara tim”
Laga melawan Persikabo Bogor ini merupakan laga kedua kandang bagi tim berjuluk Laskar Pase. Di laga sebelumnya di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, ketika melawan Persikota, tuan rumah sukses meraih 3 poin dengan mengalahkan tim lawan 1-0.
Menurutnya, yang paling diwaspadai adalah pemain yang masuk ke pertahanannya. “Saya akan menerapkan strategi seperti melawan Persikota,” katanya. Salah satunya adalah memaksimalkan kekompakan yang menjadi modal awal ketika mengalahkan Persikota minggu lalu. “Saya melihat sudah ada perkembangan dan trennya mulai meningkat. Permainan lini per lini sudah berkembang,” jelasnya.
Sementara, Asisten Pelatih Persikabo John Arwandi mengatakan, banyak hal yang perlu dievaluasi dari penampilan timnya. Salah satunya dalam segi finishing touch yang menurutnya masih belum maksimal.
“Dari segi permainan sebenarnya kita mendominasi jalannya pertandingan , bahkan banyak peluang yang bisa kami ciptakan, namun selalu gagal di penyelesaian akhir. Hal itu yang menjadi bahan evaluasi kami,” ujar John Arwandi.
Dari hasil evaluasi tersebut, kemungkinan akan ada beberapa alternatif taktik yang akan dipersiapkan. “Berdasarkan hasil evaluasi, lini depan kita belum maksimal. Untuk itu, kita sudah siapkan beberapa alternatif strategi yang akan digunakan untuk menghadapi PSLS Lokseumawe nanti. Kami sudah melakukan latihan, sebagian pemain sudah bisa mengaplikasikan taktik ini,” jelas pelatih asal Padang ini,
Mengenai kondisi tim, John mengungkapkan dua pemainnya Edward Valuta dan Dian Irawan masih cedera ringan. Namun mereka bisa diturunkan melawan tim nasuhan Nasrul Koto. Sementara, Nasrul Koto belum bisa menurunkan dua pemainnya, Zulkarnaen dan Aang Baktiawan karena cederanya belum pulih.
Mangkir dari Latihan, Irfan Bachdim Disanksi Persema
REPUBLIKA.CO.ID, MALANG - Irfan Bachdim mendapat peringatan dan sanksi dari manajemen Persema. Mantan pemain Timnas Indonesia itu mangkir selama sepekan dari pemusatan latihan (TC) di Batu, Jawa Timur, pada 4-11 Januari lalu.
CEO Persema Didied Poernawan Affandi, mengatakan, Irfan dijatuhi denda Rp 1 juta per hari karena mangkir dari latihan. ''Kami tetap berkomitmen menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang telah disepakati bersama,'' ujarnya.
Menanggapi ringannya sanksi yang dijatuhkan pada pemain kelahiran Belanda itu, pengamat bola dari Malang Yunan Syaifullah mengemukakan, seharusnya manajemen bisa bertindak lebih tegas terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan pemain, tak terkecuali Irfan Bachdim.
Ia menilai, sikap dan tindakan pemain blasteran Indonesia-Belanda itu sudah melebihi batas, namun sanksinya sangat ringan dan manajementidak perlu menganakemaskan Bachdim."Jika ingin tim tetap kondusif, tidak perlu ada anak emas," tegasnya.
CEO Persema Didied Poernawan Affandi, mengatakan, Irfan dijatuhi denda Rp 1 juta per hari karena mangkir dari latihan. ''Kami tetap berkomitmen menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang telah disepakati bersama,'' ujarnya.
Menanggapi ringannya sanksi yang dijatuhkan pada pemain kelahiran Belanda itu, pengamat bola dari Malang Yunan Syaifullah mengemukakan, seharusnya manajemen bisa bertindak lebih tegas terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan pemain, tak terkecuali Irfan Bachdim.
Ia menilai, sikap dan tindakan pemain blasteran Indonesia-Belanda itu sudah melebihi batas, namun sanksinya sangat ringan dan manajementidak perlu menganakemaskan Bachdim."Jika ingin tim tetap kondusif, tidak perlu ada anak emas," tegasnya.
Peserta Divisi Utama PT LPIS dan PT LI
Divisi Utama LPIS
Grup I: PSSI Bireuen, PSBL Langsa, Pro Duta, PS Bengkulu, Persikabo Bogor, PSLS Lhokseumawe, Persikota Tangerang, Persitara Jakarta Utara, PSP Padang
Grup II: PSIS Semarang, Persik Kediri, Persis Solo, PSS Sleman, PSIR Rembang, PSCS Cilacap, Persikab Bandung, PPSM Magelang, Persepar Palangkaraya, Persipasi Bekasi
Grup III: Madiun Putra FC, Persewangi Banyuwangi, Gresik United, PSBI Blitar, Perseman Manokwari, Persires Bali D, Persemalra Langur, KSB Sumba
Divisi Utama LI
Group 1 : Persebaya Sby, Persita ,Persiku Kudus ,Persis Solo ,Persitema ,PSIM Jogja, Persitara, Persip Pekalongan, PS Bengkulu , Persih Tembilahan, PSGL
Group 2 : Barito Putra, Sumbawa Barat ,Persepam ,Persid Jember ,Perssin Sinjai, PSMP, Metro FC ,PSBK Blitar, Perseru Serui ,Persigo Gorontalo ,PSBS Biak ,Persewangi LI
Grup I: PSSI Bireuen, PSBL Langsa, Pro Duta, PS Bengkulu, Persikabo Bogor, PSLS Lhokseumawe, Persikota Tangerang, Persitara Jakarta Utara, PSP Padang
Grup II: PSIS Semarang, Persik Kediri, Persis Solo, PSS Sleman, PSIR Rembang, PSCS Cilacap, Persikab Bandung, PPSM Magelang, Persepar Palangkaraya, Persipasi Bekasi
Grup III: Madiun Putra FC, Persewangi Banyuwangi, Gresik United, PSBI Blitar, Perseman Manokwari, Persires Bali D, Persemalra Langur, KSB Sumba
Divisi Utama LI
Group 1 : Persebaya Sby, Persita ,Persiku Kudus ,Persis Solo ,Persitema ,PSIM Jogja, Persitara, Persip Pekalongan, PS Bengkulu , Persih Tembilahan, PSGL
Group 2 : Barito Putra, Sumbawa Barat ,Persepam ,Persid Jember ,Perssin Sinjai, PSMP, Metro FC ,PSBK Blitar, Perseru Serui ,Persigo Gorontalo ,PSBS Biak ,Persewangi LI
'Mau PSSI Jungkir Balik, Nurdin Halid Tidak Peduli'
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan Ketua PSSI, Nurdin Halid sudah tidak lagi memikirkan polemik yang menghinggapi persepakbolaan nasional saat ini. Pria asal Bone itu kini sudah tidak berminat untuk 'turun gelanggang' di tengah polemik KPSI versus PSSI. Hal itu diungkapkan adik kandung Nurdin Halid, Kadir Halid.
Walau kakaknya sudah menarik diri, namun sang adik yang kini justru menancapkan kuku di kubu KPSI. Dia menjadi anggota Komite Pemilihan KLB PSSI.
"Kalau pak Nurdin sudah tidak lagi mau ambil pusing. Dia mau tenang. Mau PSSI jungkir balik, dia tidak ambil pusing," cetus Kadir, Rabu (25/1).
Dia mengutarakan, sang kakak sama sekali tidak memberi komentar soal polemik KPSI versus PSSI. Kadir mengatakan, dirinya pernah mencoba bertanya langsung kepada Nurdin, namun Nurdin hanya menjawab tidak ingin turut campur. "Dia tidak komentar ap-apa," katanya.
Dia pun membantah keras anggapan bahwa terpilihnya dirinya sebagai anggota Komite Pemilihan atas 'titipan' sang kakak. Menurut Kadir, dia justru yang diminta oleh sejumlah pengurus propinsi PSSI untuk memperkuat Komite pemilihan. "Jadi kalau ada yang berbicara negative, itu hanya orang yang apriori,"imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan Komite Pemilihan akan segera menggelar rapat untuk menentukan agenda pendaftaran calon pengganti Djohar Arifin. Di rapat itu juga ditentukan kriteria calon ketua PSSI versi KPSI.
Walau kakaknya sudah menarik diri, namun sang adik yang kini justru menancapkan kuku di kubu KPSI. Dia menjadi anggota Komite Pemilihan KLB PSSI.
"Kalau pak Nurdin sudah tidak lagi mau ambil pusing. Dia mau tenang. Mau PSSI jungkir balik, dia tidak ambil pusing," cetus Kadir, Rabu (25/1).
Dia mengutarakan, sang kakak sama sekali tidak memberi komentar soal polemik KPSI versus PSSI. Kadir mengatakan, dirinya pernah mencoba bertanya langsung kepada Nurdin, namun Nurdin hanya menjawab tidak ingin turut campur. "Dia tidak komentar ap-apa," katanya.
Dia pun membantah keras anggapan bahwa terpilihnya dirinya sebagai anggota Komite Pemilihan atas 'titipan' sang kakak. Menurut Kadir, dia justru yang diminta oleh sejumlah pengurus propinsi PSSI untuk memperkuat Komite pemilihan. "Jadi kalau ada yang berbicara negative, itu hanya orang yang apriori,"imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan Komite Pemilihan akan segera menggelar rapat untuk menentukan agenda pendaftaran calon pengganti Djohar Arifin. Di rapat itu juga ditentukan kriteria calon ketua PSSI versi KPSI.
Tinggi Peminat, Coaching Clinic Untuk Pelatih Diperpanjang Program coaching clinic untuk pelatih diperpanjang selama empat hari.
Stadion Mandala - Persipura Jayapura
Sekretaris Pengprov PSSI Papua Nico Dimo mengatakan, program coaching clinic bagi pelatih sepakbola usia dini yang semula berlangsung selama empat hari akhirnya diperpanjang.
"Saya melihat gelombang kedua ini bagi pelatih-pelatih usia dini di daerah dan bukan Kota Jayapura saja," tutur Nico Dimo kepada GOAL.com Indonesia di Jayapura, Selasa (24/1).
Dia menambahkan, coaching clinic akan menambah wawasan bagi pelatih karena mendapat arahan dari pelatih berlisensi A Eropa, Alberth Penturi.
Hal senada juga dibenarkan Benny Pepuho, direktur Akademi SSB Emsyk. Coaching clinic kembali berlangusung, mulai 25 sampai 28 Januari, di Lapangan Emsyk, Kota Jayapura.
Sementara itu, Hengki Heipon, mantan Kapten Persipura era 1970-1980-an menambahkan, coaching clinic ini sangat bagus guna mengembalikan pengetahuan dasar tentang sepakbola.
"Namun, bagi saya materi pemain bisa bagus kalau ada kompetisi yang teratur pada level usia dini sehingga pelatih akan mendapatkan banyak pemain yang bagus," tutur Heipon seraya menambahkan, selama ini kompetisi usia dini di daerah jarang sekali dilakukan. Padahal, lanjut dia, kompetisi yang teratur bagi pemain-pemain usia dini adalah kunci keberhasilan bagi kemajuan sepakbola dan masa depan pembentukan timnas.
Sekretaris Pengprov PSSI Papua Nico Dimo mengatakan, program coaching clinic bagi pelatih sepakbola usia dini yang semula berlangsung selama empat hari akhirnya diperpanjang.
"Saya melihat gelombang kedua ini bagi pelatih-pelatih usia dini di daerah dan bukan Kota Jayapura saja," tutur Nico Dimo kepada GOAL.com Indonesia di Jayapura, Selasa (24/1).
Dia menambahkan, coaching clinic akan menambah wawasan bagi pelatih karena mendapat arahan dari pelatih berlisensi A Eropa, Alberth Penturi.
Hal senada juga dibenarkan Benny Pepuho, direktur Akademi SSB Emsyk. Coaching clinic kembali berlangusung, mulai 25 sampai 28 Januari, di Lapangan Emsyk, Kota Jayapura.
Sementara itu, Hengki Heipon, mantan Kapten Persipura era 1970-1980-an menambahkan, coaching clinic ini sangat bagus guna mengembalikan pengetahuan dasar tentang sepakbola.
"Namun, bagi saya materi pemain bisa bagus kalau ada kompetisi yang teratur pada level usia dini sehingga pelatih akan mendapatkan banyak pemain yang bagus," tutur Heipon seraya menambahkan, selama ini kompetisi usia dini di daerah jarang sekali dilakukan. Padahal, lanjut dia, kompetisi yang teratur bagi pemain-pemain usia dini adalah kunci keberhasilan bagi kemajuan sepakbola dan masa depan pembentukan timnas.
"Kadir Halid Penentu Ketum PSSI versi KPSI?
Masuknya nama Kadir Halid di jajaran Komite Pemilihan KLB PSSI versi KPSI, menuai kecaman dari berbagai pihak. Adik kandung mantan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid ini ditengarai sebagai upaya mengembalikan status quo Nurdin Halid.
Nama Kadir Halid sebagai anggota Komite Pemilihan dibacakan oleh Sekjen KPSI Hinca Panjaitan dalam Pra-Kongres yang berlangsung di Jakarta, akhir pekan lalu. Kadir mewakili PSSI Sulawesi Selatan.
Nantinya, Ketua Umum PSSI versi KPSI ditentukan lewat mekanisme pemilihan yang digawangi Kadir Halid cs. Pengamat sepak bola, Rayana Djakasurya menilai, inilah tabir sesungguhnya KPSI yang masih belum rela dengan kejatuhan rezim Nurdin Halid.
Menurutnya, komposisi KPSI yang dihuni oleh sejumlah eks pengurus PSSI Nurdin ditambah masuknya Kadir Halid, menguak usaha sejumlah kalangan untuk kembali mencengkram sepak bola nasional.
"KPSI ini sebenarnya dagelan. Mengaku mau menyelamatkan sepak bola padahal semua juga tahu siapa itu mereka. Ada pula adiknya Nurdin Halid di sana (KPSI)," ujar Rayana saat dihubungi Rabu (24/1).
Dia mengaku pernyataan KPSI yang mengaku diri sebagai penyelamat sepak bola, adalah lelucon besar. Menurutnya, sepak bola Indonesia tidak bisa diselamatkan oleh orang-orang yang telah terbukti menghancurkan sepak bola itu sendiri.
"Hanya masyarakat, wartawan, dan FIFA yang mampu menyelamatkan nasib sepak bola. Bukan justru orang yang berpolitik organisasi," tegas pria yang lama bermukim di Italia tersebut.
Rayana merujuk bagaimana tim nasional Irak yang tidak memiliki federasi sepakbola karena negaranya dilanda perang. Saat itu, FIFA lah yang tampil sebagai penyelamat dengan memberikan kemudahan sehingga Irak pun bisa berprestasi di Olimipade 2004 dan Piala Asia 2007.
"FIFA itu mengamati tiap anggotanya. Merekalah yang menyelamatkan anggotanya tanpa kepentingan sedikitpun. Bukannya KPSI yang terdiri dari orang-orang rezim masa lalu," kata Rayana ..
Nama Kadir Halid sebagai anggota Komite Pemilihan dibacakan oleh Sekjen KPSI Hinca Panjaitan dalam Pra-Kongres yang berlangsung di Jakarta, akhir pekan lalu. Kadir mewakili PSSI Sulawesi Selatan.
Nantinya, Ketua Umum PSSI versi KPSI ditentukan lewat mekanisme pemilihan yang digawangi Kadir Halid cs. Pengamat sepak bola, Rayana Djakasurya menilai, inilah tabir sesungguhnya KPSI yang masih belum rela dengan kejatuhan rezim Nurdin Halid.
Menurutnya, komposisi KPSI yang dihuni oleh sejumlah eks pengurus PSSI Nurdin ditambah masuknya Kadir Halid, menguak usaha sejumlah kalangan untuk kembali mencengkram sepak bola nasional.
"KPSI ini sebenarnya dagelan. Mengaku mau menyelamatkan sepak bola padahal semua juga tahu siapa itu mereka. Ada pula adiknya Nurdin Halid di sana (KPSI)," ujar Rayana saat dihubungi Rabu (24/1).
Dia mengaku pernyataan KPSI yang mengaku diri sebagai penyelamat sepak bola, adalah lelucon besar. Menurutnya, sepak bola Indonesia tidak bisa diselamatkan oleh orang-orang yang telah terbukti menghancurkan sepak bola itu sendiri.
"Hanya masyarakat, wartawan, dan FIFA yang mampu menyelamatkan nasib sepak bola. Bukan justru orang yang berpolitik organisasi," tegas pria yang lama bermukim di Italia tersebut.
Rayana merujuk bagaimana tim nasional Irak yang tidak memiliki federasi sepakbola karena negaranya dilanda perang. Saat itu, FIFA lah yang tampil sebagai penyelamat dengan memberikan kemudahan sehingga Irak pun bisa berprestasi di Olimipade 2004 dan Piala Asia 2007.
"FIFA itu mengamati tiap anggotanya. Merekalah yang menyelamatkan anggotanya tanpa kepentingan sedikitpun. Bukannya KPSI yang terdiri dari orang-orang rezim masa lalu," kata Rayana ..
Langganan:
Postingan (Atom)
