Pukulan telak nampaknya bakal kembali dirasakan oleh kelompok yang getol mengusung tuntutan agar PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Setelah verifikasi dokumen menyatakan bahwa mereka tidak memenuhi 2/3 jumlah suara anggota, kini dalam verifikasi forensik, ditemukan bahwa jumlah suara tersebut banyak yang abal-abal.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, Tondo Widodo, sampai saat ini mereka masih belum menyelesaikan proses verifikasi forensik. Namun, dari perhitungan sementara banyak ditemui banyak penyimpangan dalam 'mosi tidak percaya' yang dikirimkan pada PSSI tersebut.
"Dalam proses ini, hampir bisa dipastikan, suara yang meminta agar PSSI menggelar Kongres Luar Biasa bakal kembali berkurang. Ketika kami melakukancross check pada nama-nama pengusung mosi tidak percaya itu, banyak yang membantah," ungkap Tondo pada Bola.net.
"Banyak di antara mereka yang mengaku bahwa tanda tangan dalam surat mosi tidak percaya itu bukan tanda tangan mereka. Ada juga yang mengaku bahwa namanya dicatut dan dia tidak tahu menahu mengenai mosi tidak percaya ini. Pasalnya, yang bersangkutan sedang berada di rumah sakit, dan banyak lagi yang lain," sambungnya.
Lebih lanjut, meski telah dipastikan tidak memenuhi kuota minimal suara, PSSI tetap akan melanjutkan verifikasi terhadap mosi tidak percaya yang dialamatkan pada mereka. Namun, Tondo menambahkan, sampai saat ini dirinya masih belum bisa memberi bocoran mengenai hasil dari verifikasi tersebut.
"Ya, kami akan menunggu sampai proses ini selesai terlebih dahulu. Proses ini memakan waktu karena kita harus menelusuri satu persatu dokumen mosi tidak percaya yang dikirimkan. Prosesnya tidak semudah verifikasi dokumen. Nanti, kalau sudah tiba saatnya, akan kita umumkan. Yang jelas, gambarannya seperti tadi. Hampir bisa dipastikan bakal berkurang," tandasnya.
Kamis, 26 Januari 2012
'KPSI Sebenarnya Sadar Klaim Mereka Tak Valid'
Meski hasil verifikasi forensik terhadap tuntutan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) agar PSSI mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) belum rampung dilakukan, hasilnya sudah bisa ditebak.
Menurut LSM Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi (LSM SEMPRIT), tuntutan KPSI tersebut tidak memenuhi kuota minimal 2/3 dari jumlah seluruh anggota PSSI. Bahkan menurut Direktur LSM SEMPRIT, Ari Wibowo, tengara ini sudah bisa dilihat dari sikap KPSI terhadap hasil verifikasi dokumen yang dilakukan PSSI beberapa waktu lalu.
"Kami melihat ada sebuah kejanggalan besar dan menimbulkan kecurigaan, yaitu saat Sekjen KPSI Hinca Panjaitan memberikan statement H-1 sebelum hasil verifikasi diumumkan, yaitu bahwa apapun hasil verifikasi PSSI tak akan menyurutkan langkah langkah KPSI untuk tetap menggelar KLB," ungkap Ari pada Bola.net.
Lebih lanjut, Mantan General Manager PSIS Semarang ini, mengatakan bahwa hal ini merupakan strategi antisipasi ala KPSI yang sebenarnya tahu bahwa sejatinya jumlah dukungan yang meminta KLB tak memenuhi syarat kuorum 2/3.
"Kecurigaan LSM SEMPRIT makin menguat saat KPSI tak mengambil langkah gugatan melalui CAS terhadap penolakan PSSI terhadap tuntutan KLB. Jika memang KPSI didukung 2/3 anggota PSSI yang valid dan punya hak mengusulkan KLB, kenapa mesti dengan mudah menyerah dan kemudian memilih cara makar melalui KLB KPSI yang kemungkinan besar tak akan direstui FIFA dan AFC," ujar pria asal Semarang ini.
"Sangat aneh kelompok yang selalu berdalih memuja statuta akan tetapi tindak tanduknya bertentangan dengan statuta. Tak masuk akal jika bisa memakzulkan Ketum PSSI melalui jalur konstuta (sesuai statuta) tetapi lebih memilih jalur inkonstuta (tak sesuai statuta). Kenapa hal ini terjadi? Jawabnya sederhana sekali, yaitu bahwa sebenarnya dukungan 2/3 anggota itu tak benar-benar valid," tegasnya.
Menurut LSM Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi (LSM SEMPRIT), tuntutan KPSI tersebut tidak memenuhi kuota minimal 2/3 dari jumlah seluruh anggota PSSI. Bahkan menurut Direktur LSM SEMPRIT, Ari Wibowo, tengara ini sudah bisa dilihat dari sikap KPSI terhadap hasil verifikasi dokumen yang dilakukan PSSI beberapa waktu lalu.
"Kami melihat ada sebuah kejanggalan besar dan menimbulkan kecurigaan, yaitu saat Sekjen KPSI Hinca Panjaitan memberikan statement H-1 sebelum hasil verifikasi diumumkan, yaitu bahwa apapun hasil verifikasi PSSI tak akan menyurutkan langkah langkah KPSI untuk tetap menggelar KLB," ungkap Ari pada Bola.net.
Lebih lanjut, Mantan General Manager PSIS Semarang ini, mengatakan bahwa hal ini merupakan strategi antisipasi ala KPSI yang sebenarnya tahu bahwa sejatinya jumlah dukungan yang meminta KLB tak memenuhi syarat kuorum 2/3.
"Kecurigaan LSM SEMPRIT makin menguat saat KPSI tak mengambil langkah gugatan melalui CAS terhadap penolakan PSSI terhadap tuntutan KLB. Jika memang KPSI didukung 2/3 anggota PSSI yang valid dan punya hak mengusulkan KLB, kenapa mesti dengan mudah menyerah dan kemudian memilih cara makar melalui KLB KPSI yang kemungkinan besar tak akan direstui FIFA dan AFC," ujar pria asal Semarang ini.
"Sangat aneh kelompok yang selalu berdalih memuja statuta akan tetapi tindak tanduknya bertentangan dengan statuta. Tak masuk akal jika bisa memakzulkan Ketum PSSI melalui jalur konstuta (sesuai statuta) tetapi lebih memilih jalur inkonstuta (tak sesuai statuta). Kenapa hal ini terjadi? Jawabnya sederhana sekali, yaitu bahwa sebenarnya dukungan 2/3 anggota itu tak benar-benar valid," tegasnya.
Nil Maizar pimpin Indonesia Selection vs Inter Milan
Penunjukan Nil Maizar sebagai arsitek tim Indonesia Selection dalam laga eksibisi menghadapi Inter Milan, Mei 2012 mendatang, mendapat respon positif dari arsitek Semen Padang tersebut. Menurut Nil, dia siap menjalankan tugas yang membawa nama negara ini.
"Saya siap saja, ini kan tugas negara," ungkap pelatih berusia 42 tahun itu, seperti dikutip dari situs resmi IPL.
Meski demikian, Nil enggan berkomentar banyak mengenai penujukannya ini. Pasalnya, dia beralasan, belum ada pemberitahuan resmi dari PSSI padanya."Nggak enak saja, belum ada apa-apa kok sudah ngomong banyak. Kalau memang positif, biasanya dalam satu dua hari ini PSSI akan mengontak saya," ujar pria yang sukses mengantarkan Semen Padang FC ke puncak klasemen sementara Indonesian Premier League (IPL) tersebut.
Penunjukan Nil sebagai arsitek Tim Indonesia Selection diutarakan oleh Koordinator Timnas, Bob Hippy. Alasan ditunjuknya pria kelahiran Payakumbuh ini adalah prestasinya membawa Semen Padang merajai kompetisi Indonesian Premier League musim ini. Bahkan, Bob mengaku telah menugaskan Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, Tondo Widodo untuk memberitahukan hal ini pada Nil Maizar.
"Nil adalah salah satu pelatih bagus yang ada di Indonesia Premier League. Pak Tondo telah menyampaikan rencana itu kepada Nil," kata Bob.
Sebelumnya, Nil juga sempat dinominasikan sebagai kandidat pelatih tim Indonesia Selection dalam laga melawan PSV Eindhoven, beberapa waktu lalu. Namun, karena promotor mempermasalahkan pelarangan pemain yang tidak berlaga di kompetisi resmi PSSI untuk memperkuat tim Indonesia Selection, laga tersebut harus dibatalkan. "
"Saya siap saja, ini kan tugas negara," ungkap pelatih berusia 42 tahun itu, seperti dikutip dari situs resmi IPL.
Meski demikian, Nil enggan berkomentar banyak mengenai penujukannya ini. Pasalnya, dia beralasan, belum ada pemberitahuan resmi dari PSSI padanya."Nggak enak saja, belum ada apa-apa kok sudah ngomong banyak. Kalau memang positif, biasanya dalam satu dua hari ini PSSI akan mengontak saya," ujar pria yang sukses mengantarkan Semen Padang FC ke puncak klasemen sementara Indonesian Premier League (IPL) tersebut.
Penunjukan Nil sebagai arsitek Tim Indonesia Selection diutarakan oleh Koordinator Timnas, Bob Hippy. Alasan ditunjuknya pria kelahiran Payakumbuh ini adalah prestasinya membawa Semen Padang merajai kompetisi Indonesian Premier League musim ini. Bahkan, Bob mengaku telah menugaskan Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, Tondo Widodo untuk memberitahukan hal ini pada Nil Maizar.
"Nil adalah salah satu pelatih bagus yang ada di Indonesia Premier League. Pak Tondo telah menyampaikan rencana itu kepada Nil," kata Bob.
Sebelumnya, Nil juga sempat dinominasikan sebagai kandidat pelatih tim Indonesia Selection dalam laga melawan PSV Eindhoven, beberapa waktu lalu. Namun, karena promotor mempermasalahkan pelarangan pemain yang tidak berlaga di kompetisi resmi PSSI untuk memperkuat tim Indonesia Selection, laga tersebut harus dibatalkan. "
SIAPKAN TISSUE ANDA(KISRUH PSSI)
Benarkah akar masalah semuanya ini adalah 'penambahan' 6 klub eks LPI ke kasta tertinggi? Bukankah FIFA melalui KN memberi mandat untuk 'merangkul' LPI? Bukankah itu menjadi implementasi dari mandat FIFA? Bukankah AFC sendiri justru sudah melakukan verifikasi ke 24 klub (bukan 18 klub)?
Dulu sempat saya berpikir, mungkin benar STATUTA itu hal yang sakral. Hasil Kongres Bali yang kontroversial soal 18 klub dulu jadi acuan penentang PSSI. Dulu mereka melawan PSSI dengan dalih PSSI melanggar statuta.
Itu dulu...
Duluu...
Duluuu...
Duluuuu...
Tapi setelah melihat PT LI dengan seenaknya memasukkan beberapa klub ke ISL dengan status 'buat genap genap' tanpa dasar yang jelas. Apalagi melihat jumlah peserta Divisu Utama PT LI yang tak sesuai Kongres Bali, baru saya sadar... Kalimat 'melanggar statuta' itu cuma senjata sesaat yang akhirnya mereka langgar sendiri.
Ternyata soal 18 klub atau 24 klub itu hanyalah entry point. Hanya pembuka jalan masuk menyerang PSSI. Bahkan saat CEO Meeting di Hotel Ambhara saya tahu persis amunisi pertama mereka bukan soal 18 klub, tapi justru soal revenue sharing 2M dan pendistribusian saham 99%.
Kesimpulannya: Sejak awal mereka sudah punya NIAT BUSUK menggulingkan PSSI. Soal bunyi alasan yang dipakai itu hanyalah tipu daya untuk bahan publikasi ke umum. Saya yakin barisan sakit hati itu punya plan A s/d Z, dari yang agak logis sampai yang super ngawur. Jadi omong kosong soal 18 klub atau 24 klub yang jadi alasannya.
Bersyukurlah para BSH yang telah berhasil mengindoktrinasi banyak pengikut dengan dogma-dogma kotornya.
Kebenaran akan datang. Tanggal pemakaman sudah mereka pilih sendiri. 18 Maret 2012!!! KPSI masuk ke liang kubur.
Don't miss it!
Siapkan tissue Anda!!!
Ditulis oleh: Ari Wibowo
Dulu sempat saya berpikir, mungkin benar STATUTA itu hal yang sakral. Hasil Kongres Bali yang kontroversial soal 18 klub dulu jadi acuan penentang PSSI. Dulu mereka melawan PSSI dengan dalih PSSI melanggar statuta.
Itu dulu...
Duluu...
Duluuu...
Duluuuu...
Tapi setelah melihat PT LI dengan seenaknya memasukkan beberapa klub ke ISL dengan status 'buat genap genap' tanpa dasar yang jelas. Apalagi melihat jumlah peserta Divisu Utama PT LI yang tak sesuai Kongres Bali, baru saya sadar... Kalimat 'melanggar statuta' itu cuma senjata sesaat yang akhirnya mereka langgar sendiri.
Ternyata soal 18 klub atau 24 klub itu hanyalah entry point. Hanya pembuka jalan masuk menyerang PSSI. Bahkan saat CEO Meeting di Hotel Ambhara saya tahu persis amunisi pertama mereka bukan soal 18 klub, tapi justru soal revenue sharing 2M dan pendistribusian saham 99%.
Kesimpulannya: Sejak awal mereka sudah punya NIAT BUSUK menggulingkan PSSI. Soal bunyi alasan yang dipakai itu hanyalah tipu daya untuk bahan publikasi ke umum. Saya yakin barisan sakit hati itu punya plan A s/d Z, dari yang agak logis sampai yang super ngawur. Jadi omong kosong soal 18 klub atau 24 klub yang jadi alasannya.
Bersyukurlah para BSH yang telah berhasil mengindoktrinasi banyak pengikut dengan dogma-dogma kotornya.
Kebenaran akan datang. Tanggal pemakaman sudah mereka pilih sendiri. 18 Maret 2012!!! KPSI masuk ke liang kubur.
Don't miss it!
Siapkan tissue Anda!!!
Ditulis oleh: Ari Wibowo
IPL Akan Gunakan Wasit Asing
Demi meningkatkan kualitas Indonesian Premier League (IPL), PSSI berencana akan mendatangkan wasit asing untuk memimpin pertandingan, terutama laga big match yang rawan mengundang kericuhan.
Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Mukadar mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya segera mendatangkan sekitar empat sampai lima wasit dari luar negeri baik dari Eropa maupun Asia. paling cepat rencana itu bisa terealisasi pada pertengahan musim kompetisi.
"Wasit asing akan kami turunkan jika ada pertandingan dengan tensi tinggi seperti Arema dan Persebaya," kata Saleh di kantor PSSI, Kamis (26/1/2012).
Laga big match biasanya akan disiarkan langsung oleh televisi. Tak hanya itu, puluhan ribu penonton dipastikan akan memadati stadion mengingat klub seperti Arema dan Persebaya memiliki suporter fanatik. Oleh karena itu, keberadaan wasit asing yang tegas dan fairplay diharapkan bisa meredam kekisruhan tersebut.
"Wasit dari Eropa dari segi kualitas jauh lebih baik," imbuhnya.
Beberapa negara pun telah dibidik. Di Eropa, PSSI lebih melirik wasit-wasit dari Jerman. Sementara wasit dari Australia dan Jepang juga menjadi alternatif mewakili Asia yang akan memimpin IPL.
Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Mukadar mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya segera mendatangkan sekitar empat sampai lima wasit dari luar negeri baik dari Eropa maupun Asia. paling cepat rencana itu bisa terealisasi pada pertengahan musim kompetisi.
"Wasit asing akan kami turunkan jika ada pertandingan dengan tensi tinggi seperti Arema dan Persebaya," kata Saleh di kantor PSSI, Kamis (26/1/2012).
Laga big match biasanya akan disiarkan langsung oleh televisi. Tak hanya itu, puluhan ribu penonton dipastikan akan memadati stadion mengingat klub seperti Arema dan Persebaya memiliki suporter fanatik. Oleh karena itu, keberadaan wasit asing yang tegas dan fairplay diharapkan bisa meredam kekisruhan tersebut.
"Wasit dari Eropa dari segi kualitas jauh lebih baik," imbuhnya.
Beberapa negara pun telah dibidik. Di Eropa, PSSI lebih melirik wasit-wasit dari Jerman. Sementara wasit dari Australia dan Jepang juga menjadi alternatif mewakili Asia yang akan memimpin IPL.
ISL Hanya Tinggal Sejarah ?
Semua klub-klub di ISL termasuk orang-orang di KPSI akan tinggal sejarah bila mereka NGOTOT bersikeras dan SUper NGEYEL untuk melaksanakan KLB.
Perlu kita INGAT kembali peristiwa Pemerintah MEMBEKUKAN Kepengurusan PSSI NH Cs (28 Maret 2011) karena kengototan NH agar dipilih kembali. Yang terjadi FIFA bukan menskors PSSI karena intervensi pemerintah, tetapi malah membentuk KN (Komite Normalisasi) dibawah Agum Gumelar. Bahkan Agum mengaku alasan FIFA membentuk KN adalah FIFA menganggap PSSI dibawah NH Cs TIDAK KREDIBLE.
Sepertinya FIFA Tidak akan pernah menyetujui KLB. Karena FIFA sudah tahu siapa-siapa dibalik KPSI dan FIFA mengetahui kelompok lama ingin menguasai PSSI. Yang akan terjadi adalah FIFA hanya akan mengakui kepengurusan PSSI dibawah Djohar dan begitu pula Pemerintah dibawah Menegpora.
Alam perubahan telah datang di persepakbolaan Nusantara. PSSI telah mulai berubah.
Siapa saja yang tidak mengikuti angin perubahan di persepakbolaan TENTU AKAN TERGILAS dengan perubahan yang sedang terjadi. Semua klub yang bergabung dengan ISL, lambat laun akan berubah menjadi klub TARKAM karena dana APBD untuk mereka tentu akan dibatasi.
Kecuali bila mereka mau berubah menjadi klub Profesional yang mandiri dan bergabung dengan PSSI tentunya, karena kalo memang sudah benar-benar Profesional tidak bergabung dengan PSSI ya jelas RUGI ..
Perlu kita INGAT kembali peristiwa Pemerintah MEMBEKUKAN Kepengurusan PSSI NH Cs (28 Maret 2011) karena kengototan NH agar dipilih kembali. Yang terjadi FIFA bukan menskors PSSI karena intervensi pemerintah, tetapi malah membentuk KN (Komite Normalisasi) dibawah Agum Gumelar. Bahkan Agum mengaku alasan FIFA membentuk KN adalah FIFA menganggap PSSI dibawah NH Cs TIDAK KREDIBLE.
Sepertinya FIFA Tidak akan pernah menyetujui KLB. Karena FIFA sudah tahu siapa-siapa dibalik KPSI dan FIFA mengetahui kelompok lama ingin menguasai PSSI. Yang akan terjadi adalah FIFA hanya akan mengakui kepengurusan PSSI dibawah Djohar dan begitu pula Pemerintah dibawah Menegpora.
Alam perubahan telah datang di persepakbolaan Nusantara. PSSI telah mulai berubah.
Siapa saja yang tidak mengikuti angin perubahan di persepakbolaan TENTU AKAN TERGILAS dengan perubahan yang sedang terjadi. Semua klub yang bergabung dengan ISL, lambat laun akan berubah menjadi klub TARKAM karena dana APBD untuk mereka tentu akan dibatasi.
Kecuali bila mereka mau berubah menjadi klub Profesional yang mandiri dan bergabung dengan PSSI tentunya, karena kalo memang sudah benar-benar Profesional tidak bergabung dengan PSSI ya jelas RUGI ..
Merugi, ANTV Berhenti Siarkan Persipura dari Jayapura
Harapan publik Sumatera Selatan (Sumsel) menyaksikan laga sarat gengsi Persipura versus Sriwijaya FC, di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (28/1) nanti, sepertinya sulit terwujud. Pasalnya, besar kemungkinan pihak ANTV tidak bakal menyiarkan laga tersebut secara langsung.
Berdasarkan rilis PT Liga Indonesia, pihak ANTV akan menyiarkan laga Arema Indonesia lawan PSAP Sigli, di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (28/1) pukul 15.30 WIB. Faktor mahalnya biaya menjadi adalan ANTV untuk tidak menayangkan laga sarat dendam itu.
“Waktu di Jakarta saya sudah bertemu dengan Direktur Utama ANTV. Dalam pertemuan itu mereka mengatakan sangat sulit untuk menyiarkan laga Persipura VS SFC,” jelas Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid.
Dia mengatakan, faktor utama tidak bisa menyiarkan laga tersebut murni besarnya biaya. Jika dipaksakan melakukan siaran live maka ANTV akan menderita kerugian besar. Sebab, biaya operasional dan pemasukkan sponsor tidak seimbang.
“Saya tidak tahu berapa biaya yang dibutuhkan, tapi ANTV akan rugi. Biaya siaran langsung di Jayapura sangat besar,” cetusnya.
Meski demikian dia menegaskan, keputusan tersebut belum final. Karena animo suporter dan pecinta sepakbola sangat tinggi agar laga tersebut disiarkan langsung.
“ANTV belum memberikan keputusan pasti karena masih mempertimbangkannya. Jika memang ada perubahan jadwal maka manajemen SFC akan diberitahu paling lambat tiga hari sebelum pertandingan. Keputusan resmi ada di ANTV, sementara PT Liga Indonesia hanya menjalankan saja,” pungkasnya.
Sebetulnya, laga Persipura versus Sriwijaya pernah disiarkan secara langsung pada (10/6/2009). Saat itu, Sriwijaya takluk 4-1 lewat gol Ernest Jeremiah, Beto Goncalves dan dua gol Boaz Salossa.
Tapi, ANTV memutuskan melakukan siaran langsung karena bertepatan dengan pemberian tropi juara Indonesia Super League (ISL) 2009.
Musim ini, ANTV juga pernah melakukan siarang langsung Persipura versus Persiba Balikpapan, pada laga perdana ISL 2011/2012 yang berkesudahan dengan skor imbang 3-3. [mor] inilah.com
Berdasarkan rilis PT Liga Indonesia, pihak ANTV akan menyiarkan laga Arema Indonesia lawan PSAP Sigli, di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (28/1) pukul 15.30 WIB. Faktor mahalnya biaya menjadi adalan ANTV untuk tidak menayangkan laga sarat dendam itu.
“Waktu di Jakarta saya sudah bertemu dengan Direktur Utama ANTV. Dalam pertemuan itu mereka mengatakan sangat sulit untuk menyiarkan laga Persipura VS SFC,” jelas Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid.
Dia mengatakan, faktor utama tidak bisa menyiarkan laga tersebut murni besarnya biaya. Jika dipaksakan melakukan siaran live maka ANTV akan menderita kerugian besar. Sebab, biaya operasional dan pemasukkan sponsor tidak seimbang.
“Saya tidak tahu berapa biaya yang dibutuhkan, tapi ANTV akan rugi. Biaya siaran langsung di Jayapura sangat besar,” cetusnya.
Meski demikian dia menegaskan, keputusan tersebut belum final. Karena animo suporter dan pecinta sepakbola sangat tinggi agar laga tersebut disiarkan langsung.
“ANTV belum memberikan keputusan pasti karena masih mempertimbangkannya. Jika memang ada perubahan jadwal maka manajemen SFC akan diberitahu paling lambat tiga hari sebelum pertandingan. Keputusan resmi ada di ANTV, sementara PT Liga Indonesia hanya menjalankan saja,” pungkasnya.
Sebetulnya, laga Persipura versus Sriwijaya pernah disiarkan secara langsung pada (10/6/2009). Saat itu, Sriwijaya takluk 4-1 lewat gol Ernest Jeremiah, Beto Goncalves dan dua gol Boaz Salossa.
Tapi, ANTV memutuskan melakukan siaran langsung karena bertepatan dengan pemberian tropi juara Indonesia Super League (ISL) 2009.
Musim ini, ANTV juga pernah melakukan siarang langsung Persipura versus Persiba Balikpapan, pada laga perdana ISL 2011/2012 yang berkesudahan dengan skor imbang 3-3. [mor] inilah.com
Langganan:
Postingan (Atom)