Luar biasa !!! "Indonesia all star team (IAST), bungkam Ac Milan Academy"
Anak-anak Indonesia All-Star Team (IAST) yang berusia 13-15 tahun,
membuktikan mereka benar-benar layak menjuarai Intesa Sanpaolo Cup 2011,
setelah dalam laga uji coba berhasil menang 3-2 atas AC Milan Academy.
...
Pertandingan yang kick-off pada pukul 17:30 waktu setempat, Senin
(7/11), di Centro Sportivo Pozzo itu berlangsung dengan tempo cepat dan
seru sejak peluit awal berbunyi. Kedua tim diadu dengan format 2 x 40
menit, berbeda dengan
pertandingan Intesa Sanpaolo Cup yang memainkan 25 menit per babak.
AC Milan Academy terdiri dari pemain-pemain berusia 14-15 tahun, dan
rata-rata memiliki postur yang lebih tinggi dibanding anak-anak
Indonesia. Jalannya Pertandingan IAST lebih banyak mengambil inistiatif
serangan di babak pertama.
Beberapa tembakan lewat Gavin Kwan Adsit
dan M. Maulid masih bisa ditangkap oleh kiper Milan Academy. Hamzah
Risfian juga melepaskan dua tembakan, namun
gagal menemui sasaran.
Seharusnya IAST unggul lebih dulu setelah gelandang kanan Adnan
Faturrahman dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Wasit menunjuk ke titik
putih, tapi sayangnya Sabeg Fahmi Fachrezy gagal memanfaatkan peluang
emasnya. Tendangan penalti Sabeg melebar ke sisi kanan gawang Milan.
Milan Academy juga banyak mengandalkan serangan balik, namun tak satupun
serangan lawan membahayakan
gawang IAST yang dikawal Muhammad Fadly Habibi. Hingga turun minum, kedua tim masih seri tanpa gol.
Memasuki awal babak kedua, Milan Academy akhirnya membuahkan hasil pada
menit ke-53. Memanfaatkan kelengahan lini belakang, bola diceploskan ke
jala Fadly lewat tendangan keras dari ujung kotak penalti. Tertinggal
satu gol tidak membuat IAST patah semangat. Kalah tinggi badan, Rahmanto
cs membongkar pertahanan Milan Academy lewat umpan-umpan pendek.
Alhasil, IAST hanya
membutuhkan empat menit untuk menyamakan kedudukan.
Kegagalan Sabeg di babak pertama dibayar dengan dua gol oleh striker
asal Jember tersebut. Umpan terobosan Rosi Nuril disambut Sabeg dengan
tembakan datar dan keras ke sisi kiri gawang Milan Academy. Selang lima
menit, Sabeg kembali menggetarkan gawang lawan lewat tendangan bebas
dari sayap kanan.
IAST kemudian memperbesar keunggulan di menit
ke-68. Umpan lob disambut Gavin dengan kontrol dada dan tembakan keras
dengan kaki kanan yang tak mampu dihalau kiper.
Selanjutnya
IAST lebih banyak bertahan, dan harus dibayar mahal tujuh menit jelang
bubaran. Tendangan bebas Milan Academy dari jarak 20 meter memperkecil
kedudukan menjadi 3-2, dan skor ini bertahan hingga wasit meniup peluit
panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Kemenangan yang diraih
IAST angkatan kedua ini menjadi prestasi yang lebih baik ketimbang tahun
lalu. Tahun lalu, angkatan pertama yang menjuarai Intesa Sanpaolo Cup
2010 harus mengakui keunggulan Milan Academy dengan skor lima gol tanpa
balas. Kemenangan ini disambut meriah oleh para pemain maupun penonton
..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar