Minggu, 20 November 2011

Sekedar Info .Percaya atau tidak ada di tangan anda .

Hati-hati dengan broadcast yang menganjurkan suporter INDONESIA menggunakan batik di GBK pada saat final 2nd leg lawan MALINGSIA 29 desember nanti, disinyalir broadcast tsb dibuat oleh orang MALINGSIA untuk memudarkan aura merah putih di stadion GBK sehingga menyebabkan MALINGSIA lebih nyaman bermain di GBK, ketahuilah bahwa semua lawan yg bermain di GBK bergetar dan takut ketika masuk stadion dan melihat lautan merah dan teriakan INDONESIA, jadi buat supoter Indonesia tetaplah gunakan warna kebangsaan seperti yg digunakan pemain TIMNAS INDONESIA yg bertempur di lapangan, jadilah pemain ke 12 dengan warna kebangsaanmu dengan garuda di dada kita semua. Soal batik, dunia telah mengakuinya sebagai warisan budaya Indonesia. Cukup sudah soal itu, saatnya menjadi Indonesia dengan warna kebangsaan kita!!!

"Kalahkan Vietnam, Timnas U-23 Diberi `Bonus` oleh PSSI"

Hasil 0-2 yang diperoleh anak-anak Indonesia saat menang di laga keras lawan Vietnam di Semifinal SEA Games XXVI cabang olahraga sepakbola, Sabtu (19/11/2011) kemarin tak cuma membawa Indonesia ke final. Guyuran bonus uang juga mengalir ke kocek para punggawa Timnas Indonesia U-23.

"Tadi (usai pertandingan) langsung diberi. Setiap pemain mendapat jatah yang sama. Semua bonus diurus oleh Rahmad," ucap ketua komite kompetisi, Bob Hippy.

Mengenai besaran jumlah bonus yang diberikan, Bob yang ditemui seusai pertandingan tak membeberkan secara rinci. Meski begitu, menurut rumor yang beredar, setiap pemain mendapat bonus sebesar Rp 30 juta. Bonus yang diterima dipastikan akan membengkak andai timnas U-23 mampu menjungkalkan timnas U-23 Malaysia dan meraih medali emas, Senin (19/11/2011) mendatang.

Mengenai hal ini, Koordinator timnas Indonesia, Benhard Limbong buka suara. "Ya segitulah, tak enak kalau menyebut angka. Pasalnya SEA Games juga mempertandingkan banyak cabang olahraga lain. Jika kita menyebut angka tidak enak sama atlet lain," ucap Limbong seraya mengungkapkan cedera kapten timnas, Egi Melgiasnyah tak terlalu serius dan siap dimainkan pada laga final ..

Klub Asal Papua Tolak IPL

Tiga klub asal Papua masing-masing Persipura Jayapura, Persiwa Wamena dan Persidafon Daponsoro sudah menyatakan sikap, bahwa mereka menolak kompetisi Indonesian Premiere League (IPL) 2011/2012 yang diadakan PSSI.

Penolakan ini sehubungan dengan keikutsertaan 24 tim dalam kompetisi tersebut, padahal berdasarkan hasil Kongres PSSI di Bali beberapa waktu lalu, mengusulkan... tim yang bergabung sebanyak 18 tim.

Sekertaris Umum Persiwa, Agus Santoso mengatakan selama PSSI masih melanggar hasil kongres, maka Persiwa tidak akan masuk dalam kompetisi tersebut melainkan memilih kompetisi ISL yang diselenggarakan PT Liga Indonesia.

“ Sejak awal kami katakan bahwa kami tidak akan ikut IPL jika PSSI tetap tidak merubah keputusannya. Jadi hingga saat ini keputusan kami tetap sama. Tidak ada yang berubah, kami lebih memilih ikut ISL,” tegas Agus, Minggu (20/11).

Agus juga menampik kabar yang menyatakan bahwa Persiwa Wamena saat ini resmi bergabung ke IPL.

Ditemui di tempat yang berbeda, Asisten manager Persidapon Dafonsoro, Iwan Nazaruddin mengaku Persidafon Daponsoro belum menentukan sikap akan bergabung ke ISL atau IPL, namun sebagai klub termudah di Papua, Persidafon akan mengikuti kakak-kakaknya yakni Persipura Jayapura, Persiwa Wamena dan Persiram Raja Ampat.

“ Kami ikut yang kakak tertua saja lah, kalau mereka masuk IPL ya kami juga akan masuk. Tapi kalau menolak kami juga sangat bersyukur,” kata Iwan.

Sementara itu, ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano yang ditemui wartawan diruang kerjanya, belum lama ini menegaskan bahwa Persipura Jayapura selaku tim yang sudah makan asam garam di lapangan hijau tidak akan bergabung dengan IPL, sebab kompetisi tersebut dinilai merupakan kompetisi yang sengaja dilegalkan PSSI.

“Sampai saat ini, surat keberatan yang diajukan Persipura ke PSSI kan belum dijawab secara resmi oleh ketua PSSI. Lalu untuk apa kami gabung ke kompetisi IPL kalau hak kami untuk mendapatkan jawaban PSSI saja tidak dipenuhi?” kata Mano.

Mano jelaskan, dalam surat keberatan tersebut tim Mutiara Hitam mengajukan sebanyak 4 syarat diantaranya menolak 24 tim dan mendukung 18 tim. Persipura juga mengusulkan agar Persipura menjadi tuan rumah pada laga perdana IPL.

Dalam kunjungannya ke Papua beberapa waktu lalu, Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Mukadar menegaskan jika nanti Persipura masih bertahan dengan keberatannya yang diajukan ke PSSI, maka kompetisi IPL akan tetap diselenggaran PSSI tanpa mengikutsertakan tim yang digawangi Boaz Solossa cs ini.

"Kami sangat menginginkan partisipasi Persipura pada setiap event yang diadakan PSSI, tapi jika masih ada cacatan dari pihak Persipura ya, terpaksa kami harus selenggarakan event ini tanpa mereka dan tidak memasukan mereka dalam IPL," tegas Saleh kala itu.

Bendol: Timnas U-23 Belum Tampilkan Teamwork

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Benny Dollo, mengucapkan selamat atas keberhasilan kesebelasan Indonesia lolos ke final sepakbola SEA Games XXVI. Tetapi, ia mengkritisi permainan Timnas U-23 masih terlalu banyak mengandalkan kemampuan individu.

"Kita sambut gembira, setelah sekian lama tim Indonesia kembali berhasil maju ke final di ajang SEA Games. ...Tapi perlu saya ingatkan bahwa Timnas jangan terlalu banyak mengandalkan pada kemampuan individu pemain," ujar Benny saat dihubungi, Sabtu (19/11).

Ia mengatakan hal itu dalam menyambut kemenangan Timnas Indonesia 2-0 (0-0) atas Vietnam pada laga semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (19/11). Dengan kemenangan itu Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia di final yang akan digelar Senin, 21 November 2011.

Benny menelaah, yang mesti menjadi perhatian adalah penonjolan individu yang menurutnya tampak mencolok dalam pertandingan tersebut. Dominan permainan individu di depan gawang lawan tersebut menurutnya akan teramat riskan jika diandalkan lagi saat melawan Malaysia di final.

"Ini hal yang harus diperbaiki, apalagi para pemain hanya memiliki waktu masa pemulihan fisik (recovery) hanya satu hari. Pelatih Rahmad Darmawan harus fokus memperhatikan pemulihan ini. Kalau sektor pertahanan saya kira sudah cukup bagus," tuturnya.

Mengenai dua gol yang diciptakan oleh Patrich Wanggai pada menit ke-62 dan Titus Bonai pada menit ke-89, Benny juga menilai gol tersebut bukan merupakan hasil kerja sama yang baik.

"Kedua gol itu terjadi karena terjadi defleksi yang sempat membentur kaki lawan lebih dulu sehingga mengecoh kiper, tetapi bukan hasil kerja sama dua-tiga pemain. Kita akui Timnas berhasil melancarkan tekanan, tetapi karena terlalu banyak mengandalkan individu, banyak peluang yang seharusnya menjadi gol tidak membuahkan hasil," ujarnya.

Menghadapi Malaysia pada laga final nanti, Benny yang pernah menangani Timnas SEA Games 2001 di Malaysia menyarankan agar pola serangan Indonesia harus lebih variatif. Benny mengingatkan bahwa tim Malaysia tentu sudah banyak mempelajari permainan tim Merah Putih karena lawan-lawan yang dihadapi dalam putaran penyisihan Grup A seluruhnya mempunyai kualitas.

Ketika ditanya mengenai perkiraan pertandingan final nanti, Benny menyatakan tak berani memprediksi.

Dirga Lasut Jadi Seorang Bapak

Kabar gembira menghinggapi seorang punggawa timnas Indonesia U-23. Gelandang kita, Mahadirga Lasut, baru saja mendapatkan seorang momongan.

Pada sesi latihan hari Kamis sore (15/11) jelang melawan Malaysia di partai terakhir Gurp A SEA Games XVII, Dirga tidak tampak dalam kumpulan skuad "Garuda Muda" yang berlatih di lapangan C Senayan, Jakarta.
...
Kepada wartawan, pelatih kepala Rahmad Darmawan mengungkapkan perihal absennya sang gelandang.

"Dirga saya izinkan untuk pulang dulu. Alhamdulillah istrinya sudah melahirkan anak laki-laki," ungkap RD pada wartawan usai latihan. "Kemarin dia pulang tapi besok sudah berlatih."

Sebelum Dirga merasakan kebahagiaan mendapat momongan, striker timnas U-23 Ferdinand Sinaga juga mendapatkan buah hati beberapa hari sebelum laga pertama SEAG digelar. Selamat Dirga!

Kondisi Fisik Beberapa Pemain Timnas U-23 Meragukan

Kondisi fisik beberapa pemain inti Timnas U-23 sedikit meragukan, padahal, pada hari Senin (21/11) besok, Skuad Garuda Muda bakal menghadapi pertandingan penting, laga final kontra Malaysia.
...
Menurut, pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan, setidaknya ada tiga pemain inti saat melawan Vietnam yang kondisinya kurang maksimal sehingga harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Egi Melgiansyah, Gunawan Dwi Cahyo dan Mahardiga Lasut yang kondisi fisiknya perlu diperiksa lebih lanjut. Kami akan melihat kondisinya hingga besok pagi," ujar pelatih yang akrab disapa RD ini.

Dengan kondisi yang terjadi pada para pemain ini, RD akhirnya memutuskan bahwa latihan hanya akan digunakan untuk mengembalikan kondisi fisik dan juga memperkuat mental pemain.

"Yang jelas program saat ini hanyalah mengembalikan kondisi fisik maupun mental pemain," kata mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Sementara itu, mengenai kondisi, Ramdani Lestaluhu dan Ferdinand Sinaga yang kurang fit di pertandingan semifinal menghadapi Vietnam lalu, RD menginformasikan bahwa keduanya kini telah bugar dan siap untuk kembali tampil.

"Kami sangat berharap kepada pemain yang kemarin dicadangkan. Mudah-mudahan kondisi pemain inti juga lebih baik besok," tandas RDLihat Selengkapnya

SBY nonton final ?

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum memastikan akan datang ke stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) utk menyaksikan laga puncak final Sepakbola SEA GAMES XXVI antara Indonesia melawan Malaysia pada hari Senin besok (21/11/2011).

Namun menurut Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, kehadiran SBY di stadion SUGBK sangatlah penting. “Kalau SBY nonton, bakalan moral Tibo, Wanggai, Andik & skuad Timnas Garuda naik. Itu modal yg bagus bagi tim nasional. Jika Pak SBY nonton bareng 90 ribu penonton di GBK, bayangkan lapangan pasti jadi milik Indonesia,” kata Ramadhan, Minggu (20/11/2011)

Ramadhan mengatakan, bila Indonesia menjadi juara umum Sea Games, tentunya akan sangat pas sekali jika disempurnakan dengan emas di cabang sepakbola. “Anak-anak asuh coach Rahmad Darmawan butuh suntikan dukungan penonton. Inilah yg disebut ‘pemain ke-12’ di lapangan, Oleh krn itu bagusnya jika Pak SBY dpt hadir di GBK,” katanya.

Meski demikian, Ramadhan mengatakan segala sesuatunya tergantung urusan protokol istana. “Jadwal kenegaraan presiden kan ketat & padat, jadi biarkan protokoler yg memutuskan,” katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden sangat mengapresiasi perjuangan pasukan Rahmad Darmawan tsb. “kemarin malam presiden menyatakan bangga dgn Timnas yg telah menunjukkan prestasi terbaiknya, bagaimanapun juga Vietnam adalah tim yg sangat kuat,” kata Julian, Minggu (20/11/2011).

Lantas, apakah pada pertandingan final Senin besok, SBY akan menonton langsung laga Indonesia-Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno? “Belum dipastikan, masih lihat jadwal, besok kepastiannya,” kata Julian.

Sementara itu, kekisruhan sempat terjadi di tempat kantor pusat PSSI. Ribuan pendukung Timnas Garuda Muda menyerbu kantor PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUBK), Jakarta, Minggu (20/11/2011) siang tadi. Mereka berusaha merangsek masuk kantor PSSI utk membeli tiket final.

Para fans mengaku sudah mengantre sejak pagi. Sesuai jadwal, Timnas Indonesia Muda akan menghadapi Malaysia pada final sepakbola SEA Games 2011 di SUGBK, Senin (21/11/2011) malam. Hingga kini belum ada kepastian apakah tiket pertandingan bisa dibeli di kantor PSSI atau tdk. Soalnya belum ada satu pun pengurus teras PSSI yg bisa memberikan klarifikasi soal keberadaan tiket.

Tersiar kabar pula bahwa pendistribusian tiket ke penonton sepenuhnya wewenang PSSI. Kondisi ini sangat rentan menimbulkan aksi anarkis.

Sebelumnya, telah terjadi kisruh di Parkir Timur Kompleks Gelora Bung Karno. Panitia penjual tiket kabarnya menutup penjualan tiker tanpa pemberitahuan kpd calon pembeli yang masih mengantre.

Keputusan itu membuat ribuan fans Indonesia mengamuk. Loket tempat menjual tiket dibakar, beberapa kaca di Istora Gelora Bung Karno pecah, & beberapa tenda dirusak fans.

Panitia Penyelenggara SEA Games XXVI/2011 (Inasoc) pun akhirnya angkat bicara soal kisruh penjualan tiket laga final cabang sepak bola Indonesia vs Malaysia tsb. Manajer Ticketing Inasoc Agus Mauro menjelaskan, tiket sudah terjual habis krn animo masyarakat Indonesia utk menyaksikan langsung partai final antara Indonesia melawan Malaysia sangat besar. Animo besar ini, kata Agus, terjadi mungkin krn sudah lama juga timnas Indonesia tidak meraih medali emas.

Agus menjelaskan, awalnya pihaknya menyediakan 70.000 lembar tiket. Namun, setelah adanya kejadian pembakaran loket, kepolisian menyarankan panitia menambah tiket sekitar 1.000 lembar lagi.

"Kami sudah mencoba mengupayakan semuanya dgn semaksimal mungkin & tidak ingin semuanya jadi bermasalah. Kami tentu tdk bisa memaksakan semua keinginan masyarakat krn stadion pun punya daya tampung yg ada batasannya," ujar Agus mengakhiri konferensi persnya.