Senin, 14 November 2011

Queiroz : Saya percaya Indonesia akan menganggap laga ini adalah spesial

Pelatih Iran, Carlos Queiroz :
Kami merasa terhormat dan bahagia bisa bermain di sini. Kami tahu besok akan memainkan laga yang sulit karena di sini (GBK) adalah stadion yang fantastis. Suporter mereka pun luar biasa dan kami sudah melihatnya saat mereka melawan Bahrain dan Qatar. Saya percaya Indonesia akan menganggap laga ini adalah spesial, karena mereka akan mencari poin pertama mereka demi menjaga harga diri dan kehormatan mereka. Indonesia bisa berbahaya karena itu.

Bepe :
Kita harus akui kita dalam situasi yang tidak baik. Empat kekalahan beruntun adalah hasil yang menyedihkan dan memalukan. Kami semua tidak mau seperti ini. Kami sudah berusaha, tapi hasilnya tidak maksimal. Tidak adil jika kita membandingkan tim ini dengan tim [Piala] AFF, terlepas dari adanya pergantian pelatih. Sebab, lawan yang kami hadapi juga berbeda. Melawan tim papan atas, dibutuhkan tim yang bisa bermain secara tim. Sayangnya, kami tak bisa melakukan hal seperti itu. Kami menghadapi tim kelas dunia dengan pemain yang tidak punya jam terbang tinggi, karena kompetisi tidak berputar. Ini PR [pekerjaan rumah] sepakbola nasional. Ini kesalahan dari semua, pemain dan pelatih. Punya porsinya sendiri-sendiri, termasuk juga PSSI. Ini yang menyulitkan pelatih, karena tidak punya kesempatan mencari pemain sesuai dengan keinginannya.

perolehan medali sementara Pkl 21.58 WIB)

No | Negara | Emas | Perak | Perunggu

1. Indonesia | 57 | 46 | 37 | 140
2. Thailand | 35 | 26 | 33 | 94
3. Vietnam | 27 | 29 | 35 | 91
4. Singapore | 18 | 16 | 29 | 63
5. Malaysia | 12 | 14 | 22 | 48
6. Philippines | 8 | 14 | 20 | 42
7. Laos | 2 | 3 | 12 | 17
8. Cambodia | 1 | 3 | 7 | 11
9. Myanmar | 0 | 8 | 10 | 18
10. Brunei | 0 | 1 | 3 | 4
11. Timor Leste | 0 | 0 | 1 | 1

Sea Games 26th: Diego Michiels dalam Catatan




13210646191406677037
Pemain kelahiran Deventer 8 Agustus 1990 ini memang tidak terlalu mengkilap di skuad timnas Indonesia Sea Games 26th. Diego Michiels nama lengkapnya. Pemilik tinggi 178 cm terlahir dari seorang ayah berkewarganegaraan Indonesia dan ibu berkewarganegaraan Belanda. Posisi Diego di timnas Indonesia Sea Games adalah bek kiri ataupun kanan, namun terkadang Diego juga bisa dimaksimalkan sebagai pemain gelandang bertahan.
Di dua pertandingan timnas Indonesia Sea Games, Diego memang tidak terlalu bermain mengkilap. Larinya tidak secepat Ferdinand Sinaga. Jarang sekali melewati dua atau tiga pemain seperti Titus Bonai. Jarang melakukan tembakan jarak jauh ke gawang lawan seperti Patrick Wanggai. Dan jarang melakukan akselerasi seperti apa yang dilakukan Okto.
Sepertinya permainan Diego masih jauh di bawah jika dibandingkan Nasuha atau Zulkifli. Namun bukan berarti Diego tidak bisa berlari cepat dan melakukan akselerasi melewati lebih dari dua pemain. Setidaknya Diego membuktikan hal itu saat menghadapi Singapura (11/11/11). Di babak kedua Diego sempat melakukan akselerasi melewati beberapa pemain, walaupun akhirnya harus dijatuhkan pemain Singapura di depan kotak pinalti.
Di lapangan sepertinya Diego faham betul bahwa perannya adalah menjaga lini belakang yang selama ini menjadi titik kelemahan timnas Indonesia. Urusan mencetak gol biarlah menjadi urusan pemain depan, sedangkan tugasnya adalah menjaga pertahanan agar tidak terjadi gol. Apalagi timnas Sea Games sudah memiliki pemain depan berkualitas, jadi tidak perlu memaksakan diri untuk membantu penyerangan.
Itulah kelebihan Diego. Dia sosok pemain yang menyatu dengan tim. Pemain yang pintar bermain secara kolektif. Pemain yang faham mencerna instruksi pelatih. Pemain yang tidak mendahulukan ego. Tidak terlalu mau diekspos media seperti pemain naturalisasi yang lain. Di usia yang relatif masih muda, Diego sudah cukup memiliki kematangan emosi. Itu pula yang mungkin membuat Alfred Riedl merekomendasikannya untuk menjadi WNI.
Di lapangan, Diego juga terlihat lebih tenang dari pemain lain. Diego tidak terlalu lama ketika menguasai bola. Terhitung tidak lebih dari 3 detik bola ada di kaki Diego lantas diberikan ke pemain lain. Sepertinya Diego ingin memperagakan permainan Total Football yang selama ini membuat bingung pemain Indonesia dan yang di idam-idamkan Pelatih Wim. Satu-dua sentuhan, mengumpan, berlari, ciptakan peluang dan terjadi gol.
Karakter pemain seperti Diego pantas dipertahankan di skuad timnas Indonesia. Bermain efektif dan bermain kolektif. Diego punya motivasi yang lebih dibandingkan pemain lain. Pencinta sepakbola Indonesia harus menerima Diego Michiels sebagai bagian dari sejarah. Diego berusaha memberikan yang terbaik untuk negara barunya. Jadi jangan persoalkan mereka lahir dimana! Selama masih ada darah Indonesia di nadi mereka, maka mereka adalah orang Indonesia!!

Diego Michiels… Berkelas!!!

Kemenangan hebat tim Garuda Muda atas ‘raksasa Asia Tenggara’ Thailand semalam sungguh membanggakan. Sudah lama kita tidak melihat penampilan Tim Nasional Indonesia yang rancak, penuh semangat dan punya mentalitas pemenang seperti itu. Aroma medali emas Sea Games 2011 sudah mulai tercium.
Ada kekompakan dan semangat yang sama dalam tim. Rahmad Darmawan membuktikan diri sebagai seorang pengagum berat Jose Mourinho. Great Job Coach! Seluruh pemain bertanding layaknya pasukan perang. Sungguh aneh sebenarnya melihat kualitas pelatih timnas senior lebih buruk dibanding pelatih dari timnas junior. Timnas senior butuh pelatih yang bisa berdiri !
Kehebatan dari barisan penyerang Timnas U-23 sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Mereka yang terbaik dari semua kontestan di ajang Sea Games ini. Kecepatan dan kerjasama menjadi kunci utama mereka. Patrich Wanggai dkk sangat menakutkan bagi barisan bek lawan.
Sebagai pencetak gol, rombongan striker memang layak menjadi bintang malam itu. Tapi ada satu pemain yang menarik perhatian saat kontra negeri Gajah Putih. Diego Michiels. Pemain naturalisasi asal Belanda ini bermain bagus sekali. Konsisten, disiplin, bertenaga dan yang  jelas berteknik baik. Rapat dalam bertahan dan berani ikut menyerang. Pemain kelahiran 8 Agustus 1990 ini  membuktikan diri sebagai pemain yang layak di-Indonesiakan. Thanks to Iman Arif. Beberapa kali pemain Thailand kalah dalam duel satu lawan satu dengannya. Diego juga sukses men-delay serangan balik dari lawan.
Keras tapi tetap sportif. Beberapa kali dia bersalaman dengan pemain lawan setelah terjadi benturan. Sebuah perilaku yang layak dicontoh. Dia juga berdiskusi dengan pemain lain saat ada kesempatan. Hal yang wajib dilakukan dalam sepakbola modern tentang pentingnya komunikasi. Emosi memang sempat terlihat saat dia melabrak pemain yang melanggar Andik Vermansyah dengan keras. Tapi hal ini sebagai wujud solidaritas dan kegeraman dia atas pelanggaran itu, karena dia menyaksikan sendiri kejadiannya. Dan terbukti protesnya beralasan, pemain Thailand tersebut akhirnya terkena kartu merah.
Diego memang memesona malam itu. Keceriaan dari pemain bertinggi 180 cm ini terlihat jelas. Selain kemenangan Indonesia, pemain yang dibesarkan oleh klub Go Ahead Eagles ini  juga tampak sangat puas dengan penampilannya. Kegembiraannya menyatu dengan sukacita dalam tim. Ribuan penonton memberikan applaus padanya. Syamsir Alam juga terlihat memberikan selamat dan berpelukan cukup lama dengannya. Penampilan gemilangnya malam itu juga diakui oleh tim lawan. Terbukti ada satu pemain Thailand yang menunggunya di lorong stadion dan mengajaknya bertukar kaos.
Perjalanan masih panjang. Tentu seluruh pecinta sepakbola tanah air menantikan kiprah pemain yang dikabarkan mempunyai pasangan keturunan Turki ini selanjutnya. Saat di timnas maupun kala memperkuat klub dalam Liga Indonesia. Semoga hanya ada satu Liga Indonesia, sehingga dia dapat berkompetisi dengan seluruh pemain terbaik di tanah air.
Pesan buat Diego…perbanyak latihan crossing, perkuat kaki kiri dan tahan diri dari dunia selebriti. Hiburan maupun politik. Veel Succes Diego !!!

SEA GAMES TERBURUK SEPANJANG SEJARAH

SEA Games ke XXVI yg di selenggarakan di Indonesia, Palembang & Jakarta, sebagai tuan rumah penyelenggara merupakan SEA Games TERBURUK sepanjang sejarah perhelatan event olahraga. Berita miring soal kacaunya SEA Games di Palembang di muat beberapa media lokal & nasional bahkan di Negara peserta SEA Games.

Salah satunya seperti diberitakan Koran Singapura Straits Times melaporkan keracunan makanan melanda para pemain sepak bola dari Singapura, Malaysia, Kamboja & Indonesia, yg menginap di hotel berbintang di Jakarta. Harian Philipina, Daily Inquirer. Dlm beritanya Daily mengutip komentar ofisial dari Filipina yg menyatakan SEAGames XXVI 2011 merupakan event "paling kacau" sepanjang sejarah. Terlebih lagi ketika menyinggung parahnya soal penginapan & transportasi.

Kemudian ketika obor SEA Games tiba di Palembang, koresponden AFP menyaksikan ribuan pekerja masih bekerja di beberapa tempat termasuk utk menyelesaikan pengaliran air (drainage). Di Jakarta, sekitar 500 km dari Palembang, sekitar 12.000 atlet, ofisial dan media akan berlalu-lalang, belum lagi ditambah ribuan penonton. Masalah kemacetan lalu lintas jadi hambatan utama, sehingga para siswa sekolah diliburkan. Tapi itu kelihatannya tdk menyelesaikan masalah.

Sementara itu Thailand mengkritik penyelenggaraan SEA Games di 2 kota yaitu Jakarta & Palembang."Menggelar even ini di 2 kota adalah melawan piagam SEA Games yg berusaha mempromosikan kebersamaan di antara para partisipan," sindir Charoen Wattanasin, wakil presiden Komite Olimpiade Nasional Thailand sebagaimana dikutip Bangkok Post.

Di Indonesia, menurut Surat Kabar LOKAL & NASIONAL "kota penyelenggara tampaknya tak siap utk perhelatan ini dgn komunikasi & kerja sama yg buruk antara Jakarta & Palembang."
Prof Charoen, yg juga anggota Dewan SEA Games, mengatakan itu adalah akibat campur tangan politisi yg berusaha mengeruk keuntungan pribadi.

Selain itu Gerakan go green yg dicanangkan kepanitiaan SEAGames Sumatera Selatan hanya menjadi isapan jempol belaka, ratusan kendaraan roda 2 & 4 dgn leluasa berlalu lalang di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC).Sehingga, jalan di kawasan depan Venue Aquatik seperti pasar

Penanggung Jawab Aset Provinsi Sumsel di Jakabaring, Rusli Nawi, membenarkan penerapan "eco green" di Komplek Olahraga Jakabaring telah bobol. "Memang sudah bobol. Kami tdk dapat mengendalikannya lagi, krn kekurangan personel. Kegiatan SEA Games ini sangat besar, sementara pengendalian hanya mengandalkan Satgas Jakabaring saja," ujar dia.

Dia menerangkan, terdapat 5 pintu yg dpt dilalui pengunjung utk masuk Komplek Olahraga Jakabaring itu."Utk 2 pintu pada gerbang utama memang bisa diawasi secara ketat, tapi utk 3 pintu lainnya yg merupakan jalan alternatif sangat sulit. Apalagi jumlah petugas kepolisian yg membantu sangat sedikit," ujar dia.

Dia pun mengharapkan, Panitia Pelaksana SEA Games Indonesia (InaSOC) utk segera mengatasi permasalahan itu."Banyak aset Pemprov Sumsel di dlm Komplek Olahraga Jakabaring itu, jika dibebaskan seperti ini apa InaSOC mau bertanggung jawab bila ada yg rusak. Seharusnya dilakukan penambahan personel utk menerapkan `eco green`," ujar dia.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel, Anwar Sadat, mengingatkan bahwa penerapan ketentuan "eco green" tsb harus dikontrol & diawasi secara ketat serta perlu dipertanggungjawabkan pelaksanaannya.

"Tdk bisa seenaknya mengklaim SEA Games di Palembang ini sebagai ramah lingkungan, tapi tdk jelas penerapan ketentuan & lembaga yg mengesahkannya," kata dia. Ia menilai, penerapan SEA Games yg ramah lingkungan itu hendaknya tdk sekadar slogan, tapi benar-benar dijalankan dlm praktik di lapangan secara utuh.

WAAAWWW: Suporter Lokal Bayaran Dukung Negara Lain, Penonton dan Pemain Timnas Mengeluh

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --- Suporter asal Indonesia yang mendukung negara lain peserta Sea Games XXVI pada pertandingan beberapa cabang olahraga di komplek olahraga Jakabaring Sport Centre (JBC) mulai menuai keluhan dari atlet dan ofisial Indonesia.

Ahad (13/11), di dua cabang olahraga, cabang senam di GOR Ranau dan cabang sepak takraw di gedung Sumsel Promotion Centre terlihat puluhan suporter asal Indonesia yang mendukung tim lawan. Mereka kebanyakan berusia remaja yang merupkan pelajar dari beberapa sekolah di Palembang yang memang disiapkan panitia.

Kehadiran suporter lokal mendukung tim lawan mulai menuai keluhan dari atlet dan ofisial kedua cabang tersebut. Di GOR Ranau saat tim senam putri Indonesia bertanding pada nomor beregu seluruh alat, nyaris tidak ada terdengar suara dan tepuk tangan yang mendukung.

Para pendukung Myanmar yang kebanyakan pelajar dan mengaku berasal dari salah satu SMA negeri di Palembang tersebut juga memakai atribut seperti topi dan bendera negara yang dulu bernama Burma tersebut. Mereka berteriak dengan kompak mendukung lawan tim senam Indonesia saat sang koordinator memberi perintah.

Beberapa penonton yang melihat ulah tersebut menggeleng-geleng dan merasa heran. “Mereka kok semangat mendukung lawan Indonesia. Mereka kok mau-maunya dibayar untuk mendukung negara lain,” Rahman seorang penonton di tribun GOR Ranau.

Kondisi yang sama juga ditemukan di venues sepak takraw, rombongan pelajar SMP dan SMA dengan menggunakan kostum sejumlah negara, Thailand, Malaysia dan Brunei Darussalam. Mereka mendukung tim lawan saat bertanding lawan Indonesia.

Dukungan itu memicu keluhan Mega Citra kapten tim sepak takraw putri Indonesia. Mega merasa seperti bermain di negeri orang. Para suporter itu memberi dukungan dengan sangat bersemangat kepada tim lawan Indonesia

“Kami sangat menyayangkan kenapa mereka mau menggadaikan harga diri bangsa hanya karena diberi baju dan atribut negara lain”” ujar Mega.

JANGAN LENGAH, TETAP FOKUS

Perjuangan garuda23 sampai saat ini telah mematik minat pendukung datang kestadion GBK. tidak seperti awal pertandingan saat merontokkan bunga kamboja dan melenyapkan singa, saat membantai gajah dukungan supoter makin bertambah.

dukungan suporter fanatik di pastikan akan makin bertambah saat garuda berusah untuk "MENGULITI HARIMAU MALAYA"

Garuda sudah memastikan lolos ke babak semifinal SEA Games XXVI. Itu artinya pertandingan melawan Malaysia nanti hanya untuk menentukan posisi Indonesia, sebagai runner-up atau juara grup.

“Pertarungan melawan Malaysia nanti jangan sampai dilepas karena kekalahan bisa memengaruhi mental pemain..!!!!".

“Jangan sampai terjadi sesuatu setelah laga tersebut, saya rasa pelatih Rahmad Darmawan lebih tahu apa yang harus dilakukan,”

Sebelumnya pelatih Indonesia, Rahmad Darmawan mengatakan dia akan melakukan rotasi saat laga melawan Malaysia. Hal itu untuk memberikan recovery pada pemain karena jarak pertandingan tersebut menuju semifinal hanya berselang dua hari.

"Meskipun nanti akan melakukan rotasi, kami tetap mengincar kemenangan saat melawan Malaysia. Kami mengincar juara grup," tekad Rahmad.

Indonesia kini mantap di posisi pertama grup A dengan mengantongi 9 poin hasil 3 kemenangan dari 3 laga. Sedangkan Malaysia bertengger di posisi kedua dengan raihan 7 poin. Malaysia membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke babak semifinal.