Senin, 14 November 2011

SEA GAMES TERBURUK SEPANJANG SEJARAH

SEA Games ke XXVI yg di selenggarakan di Indonesia, Palembang & Jakarta, sebagai tuan rumah penyelenggara merupakan SEA Games TERBURUK sepanjang sejarah perhelatan event olahraga. Berita miring soal kacaunya SEA Games di Palembang di muat beberapa media lokal & nasional bahkan di Negara peserta SEA Games.

Salah satunya seperti diberitakan Koran Singapura Straits Times melaporkan keracunan makanan melanda para pemain sepak bola dari Singapura, Malaysia, Kamboja & Indonesia, yg menginap di hotel berbintang di Jakarta. Harian Philipina, Daily Inquirer. Dlm beritanya Daily mengutip komentar ofisial dari Filipina yg menyatakan SEAGames XXVI 2011 merupakan event "paling kacau" sepanjang sejarah. Terlebih lagi ketika menyinggung parahnya soal penginapan & transportasi.

Kemudian ketika obor SEA Games tiba di Palembang, koresponden AFP menyaksikan ribuan pekerja masih bekerja di beberapa tempat termasuk utk menyelesaikan pengaliran air (drainage). Di Jakarta, sekitar 500 km dari Palembang, sekitar 12.000 atlet, ofisial dan media akan berlalu-lalang, belum lagi ditambah ribuan penonton. Masalah kemacetan lalu lintas jadi hambatan utama, sehingga para siswa sekolah diliburkan. Tapi itu kelihatannya tdk menyelesaikan masalah.

Sementara itu Thailand mengkritik penyelenggaraan SEA Games di 2 kota yaitu Jakarta & Palembang."Menggelar even ini di 2 kota adalah melawan piagam SEA Games yg berusaha mempromosikan kebersamaan di antara para partisipan," sindir Charoen Wattanasin, wakil presiden Komite Olimpiade Nasional Thailand sebagaimana dikutip Bangkok Post.

Di Indonesia, menurut Surat Kabar LOKAL & NASIONAL "kota penyelenggara tampaknya tak siap utk perhelatan ini dgn komunikasi & kerja sama yg buruk antara Jakarta & Palembang."
Prof Charoen, yg juga anggota Dewan SEA Games, mengatakan itu adalah akibat campur tangan politisi yg berusaha mengeruk keuntungan pribadi.

Selain itu Gerakan go green yg dicanangkan kepanitiaan SEAGames Sumatera Selatan hanya menjadi isapan jempol belaka, ratusan kendaraan roda 2 & 4 dgn leluasa berlalu lalang di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC).Sehingga, jalan di kawasan depan Venue Aquatik seperti pasar

Penanggung Jawab Aset Provinsi Sumsel di Jakabaring, Rusli Nawi, membenarkan penerapan "eco green" di Komplek Olahraga Jakabaring telah bobol. "Memang sudah bobol. Kami tdk dapat mengendalikannya lagi, krn kekurangan personel. Kegiatan SEA Games ini sangat besar, sementara pengendalian hanya mengandalkan Satgas Jakabaring saja," ujar dia.

Dia menerangkan, terdapat 5 pintu yg dpt dilalui pengunjung utk masuk Komplek Olahraga Jakabaring itu."Utk 2 pintu pada gerbang utama memang bisa diawasi secara ketat, tapi utk 3 pintu lainnya yg merupakan jalan alternatif sangat sulit. Apalagi jumlah petugas kepolisian yg membantu sangat sedikit," ujar dia.

Dia pun mengharapkan, Panitia Pelaksana SEA Games Indonesia (InaSOC) utk segera mengatasi permasalahan itu."Banyak aset Pemprov Sumsel di dlm Komplek Olahraga Jakabaring itu, jika dibebaskan seperti ini apa InaSOC mau bertanggung jawab bila ada yg rusak. Seharusnya dilakukan penambahan personel utk menerapkan `eco green`," ujar dia.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel, Anwar Sadat, mengingatkan bahwa penerapan ketentuan "eco green" tsb harus dikontrol & diawasi secara ketat serta perlu dipertanggungjawabkan pelaksanaannya.

"Tdk bisa seenaknya mengklaim SEA Games di Palembang ini sebagai ramah lingkungan, tapi tdk jelas penerapan ketentuan & lembaga yg mengesahkannya," kata dia. Ia menilai, penerapan SEA Games yg ramah lingkungan itu hendaknya tdk sekadar slogan, tapi benar-benar dijalankan dlm praktik di lapangan secara utuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar